Kamis, 16 April 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 688
(Foto: Andri Widiyanto)
Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur mengadakan pelatihan keterampilan kriya bagi penyandang disabilitas sebagai upaya mendorong kemandirian dan pengembangan potensi.
"Dikembangkan menjadi usaha"
Kepala Seksi Pembinaan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur, Loly Yunita mengatakan, pelatihan berlangsung mulai 15-28 April 2026 di Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya Kisam bin Djiun, Jalan Haji Naman, Kelurahan Pondok Kelapa.
"Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan strategis daerah (KSD) yang berfokus pada perlindungan serta pemenuhan hak penyandang disabilitas, khususnya dalam bidang seni dan budaya," ujarnya, Kamis (16/4).
Loly menjelaskan, total ada 35 penyandang disabilitas dari berbagai kategori yang mengikuti pelatihan tersebut.
"Pelatihan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Yayasan Gerakan Cinta Kasih KAMAIRA, sebuah komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan anak disabilitas sejak tahun 2020," terangnya.
Menurutnya, dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan seni kriya, seperti membuat boneka, bantal, dan bunga imitasi berbahan kain. Keterampilan ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk membuka peluang usaha mandiri di masa depan.
"Semoga peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha," ungkapnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini merupakan agenda rutin tahunan dengan materi pelatihan yang berbeda setiap penyelenggaraannya. Peserta berasal dari berbagai latar belakang penyandang disabilitas, seperti tuna grahita, tuna rungu, dan tuna wicara.
Melalui kegiatan ini, Sudin Kebudayaan Jakarta Timur ingin memberikan ruang yang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk mengekspresikan bakat seni mereka.
Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan rasa percaya diri serta mendorong kemandirian peserta dalam menghadapi masa depan.
"Setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh peserta akan memperoleh sertifikat" tandasnya.