DPRD Tekankan Pemanfaatan JAKI di Semua Jenjang Pemerintahan

Rabu, 08 April 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Andry 661

Jaki ilustrasi

(Foto: Ilustrasi)

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin menyampaikan bahwa aplikasi Jakarta Kini (JAKI) harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh jenjang pemerintahan di lingkungan Pemprov DKI.

"Tujuannya memudahkan masyarakat,"

Sebagai super app layanan publik resmi, JAKI mengintegrasikan berbagai kebutuhan warga dalam satu platform. Mulai dari pelaporan masalah kota, pengecekan harga pangan, layanan transportasi, pajak, hingga akses layanan darurat.

Menurut Khoirudin, kehadiran JAKI sejatinya bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan tanpa harus datang langsung ke Balai Kota.

“Tujuannya kan memudahkan masyarakat, tidak perlu antre di Balai Kota. Semua jenjang pemerintahan bisa menggunakan itu. Tapi kalau tidak ada yang mengontrol, hasilnya tidak maksimal,” ujar Khoirudin, Rabu (8/4).

Namun demikian, ia mengingatkan agar JAKI tidak hanya menjadi tempat penampungan aduan tanpa tindak lanjut yang jelas.

Khoirudin menekankan pentingnya pengawasan berlapis, termasuk peran Inspektorat guna memastikan setiap aduan masyarakat ditindaklanjuti hingga tuntas.

“Harus ada kontrol terhadap eksekusi pengaduan masyarakat. Kalau tidak, akan sulit dikendalikan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap efektivitas JAKI. Dalam waktu dekat, Khoirudin berencana berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung guna memastikan responsivitas jajaran dalam menangani laporan warga.

Di sisi lain, ia mengungkapkan tingginya volume pengaduan yang masuk, baik melalui JAKI maupun langsung ke DPRD, turut berdampak pada terbatasnya waktu untuk melakukan pengawasan lapangan.

“Setiap hari kami menerima sangat banyak surat pengaduan, sehingga harus didisposisikan ke Komisi A sampai E. Hampir tidak ada waktu untuk sidak karena banyaknya laporan,” jelasnya.

Selain itu, Khoirudin juga menyinggung penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pelayanan publik. Ia menegaskan, AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran aparatur.

Menurut dia, pelayanan publik tetap membutuhkan sentuhan manusia yang mengedepankan empati dan perasaan, sehingga hal tersebut tidak dapat digantikan oleh teknologi.

“AI itu alat bantu, bukan pengganti kehadiran kita. Kita ini yang punya tugas dan menggunakan hati serta perasaan, yang tidak bisa diwakili oleh AI,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan bahwa AI bekerja berdasarkan perintah manusia, sehingga penggunaannya harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.

“AI itu tergantung siapa yang memberi perintah. Harapan saya, kita berhati-hati dalam melayani masyarakat, karena pada hakikatnya pejabat adalah pelayan masyarakat,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kadis kominfotik dki budi awaludin ppid

Pemprov Apresiasi Peran Warga Perkuat Pengawasan Aduan JAKI

Selasa, 07 April 2026 801

IMG 20260406 WA0062

Munjirin Minta OPD Pastikan Penyelesaian Valid Laporan di JAKI

Senin, 06 April 2026 1397

Pramono inspektorat sanksi rezap

Gubernur Minta Inspektorat Periksa Oknum Manipulasi Laporan JAKI Gunakan AI

Senin, 06 April 2026 1190

BERITA POPULER
Pjj ist

Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

Senin, 07 September 2026 2880

TJ Kelola Angkutan Laut jati

Angkutan Laut Transjakarta Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu

Jumat, 04 September 2026 2642

Enam Mobil Tangki Dikerahkan Semprot Sejumlah Trotoar di Jaktim

Enam Mobil Tangki Air Bersihkan Abu Vulkanik di Sejumlah Ruas Jalan di Jaktim

Minggu, 06 September 2026 1674

Ani ruspitawati ist (1)

Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 1705

Water mist rasuna said tiyo

Sudin LH Jaksel Semprot Water Mist di Dua Ruas Jalan

Jumat, 04 September 2026 1115

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks