DPRD Tekankan Pemanfaatan JAKI di Semua Jenjang Pemerintahan

Rabu, 08 April 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Andry 810

Jaki ilustrasi

(Foto: Ilustrasi)

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin menyampaikan bahwa aplikasi Jakarta Kini (JAKI) harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh jenjang pemerintahan di lingkungan Pemprov DKI.

"Tujuannya memudahkan masyarakat,"

Sebagai super app layanan publik resmi, JAKI mengintegrasikan berbagai kebutuhan warga dalam satu platform. Mulai dari pelaporan masalah kota, pengecekan harga pangan, layanan transportasi, pajak, hingga akses layanan darurat.

Menurut Khoirudin, kehadiran JAKI sejatinya bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan tanpa harus datang langsung ke Balai Kota.

“Tujuannya kan memudahkan masyarakat, tidak perlu antre di Balai Kota. Semua jenjang pemerintahan bisa menggunakan itu. Tapi kalau tidak ada yang mengontrol, hasilnya tidak maksimal,” ujar Khoirudin, Rabu (8/4).

Namun demikian, ia mengingatkan agar JAKI tidak hanya menjadi tempat penampungan aduan tanpa tindak lanjut yang jelas.

Khoirudin menekankan pentingnya pengawasan berlapis, termasuk peran Inspektorat guna memastikan setiap aduan masyarakat ditindaklanjuti hingga tuntas.

“Harus ada kontrol terhadap eksekusi pengaduan masyarakat. Kalau tidak, akan sulit dikendalikan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap efektivitas JAKI. Dalam waktu dekat, Khoirudin berencana berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung guna memastikan responsivitas jajaran dalam menangani laporan warga.

Di sisi lain, ia mengungkapkan tingginya volume pengaduan yang masuk, baik melalui JAKI maupun langsung ke DPRD, turut berdampak pada terbatasnya waktu untuk melakukan pengawasan lapangan.

“Setiap hari kami menerima sangat banyak surat pengaduan, sehingga harus didisposisikan ke Komisi A sampai E. Hampir tidak ada waktu untuk sidak karena banyaknya laporan,” jelasnya.

Selain itu, Khoirudin juga menyinggung penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pelayanan publik. Ia menegaskan, AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran aparatur.

Menurut dia, pelayanan publik tetap membutuhkan sentuhan manusia yang mengedepankan empati dan perasaan, sehingga hal tersebut tidak dapat digantikan oleh teknologi.

“AI itu alat bantu, bukan pengganti kehadiran kita. Kita ini yang punya tugas dan menggunakan hati serta perasaan, yang tidak bisa diwakili oleh AI,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan bahwa AI bekerja berdasarkan perintah manusia, sehingga penggunaannya harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.

“AI itu tergantung siapa yang memberi perintah. Harapan saya, kita berhati-hati dalam melayani masyarakat, karena pada hakikatnya pejabat adalah pelayan masyarakat,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kadis kominfotik dki budi awaludin ppid

Pemprov Apresiasi Peran Warga Perkuat Pengawasan Aduan JAKI

Selasa, 07 April 2026 945

IMG 20260406 WA0062

Munjirin Minta OPD Pastikan Penyelesaian Valid Laporan di JAKI

Senin, 06 April 2026 1540

Pramono inspektorat sanksi rezap

Gubernur Minta Inspektorat Periksa Oknum Manipulasi Laporan JAKI Gunakan AI

Senin, 06 April 2026 1357

BERITA POPULER
Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 5524

Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 1150

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 1953

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1188

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 790

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks