Rabu, 01 April 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 113
(Foto: Istimewa)
Sebanyak 11 personel Pasukan Biru Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (Satpel SDA) Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dikerahkan untuk mengeruk sedimen lumpur dan sampah di Saluran Penghubung (Phb) Sangkuriang Jalan Al Falah RT 01/02, Kelurahan Ujung Menteng. Hasilnya, sebanyak 400 kubik lumpur dan sampah berhasil dibersihkan.
"Panjang saluran yang dibersihkan sekitar 80 meter"
Kepala Satpel SDA Kecamatan Cakung, Dian Nur Cahyono mengatakan, kondisi saluran dipenuhi sedimen hingga berpotensi memicu genangan saat hujan deras jika tidak segera ditangani.
"Total panjang saluran yang dibersihkan sekitar 80 meter dengan lebar 1,8 meter," ujarnya, Rabu (1/4).
Ia menambahkan, ketebalan sedimentasi di dalam saluran mencapai 40 sentimeter. Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra, bahkan masuk ke dalam gorong-gorong untuk mengeruk endapan lumpur.
"Proses pengurasan dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, linggis, garpu, ember, dan karung plastik," terangnya.
Dian menjelaskan, lumpur hasil pengerukan dimanfaatkan untuk pembuatan tanggul, sementara sebagian lainnya dibuang ke bantaran Kanal Banjir Timur (KBT) sisi timur.
"Pekerjaan ini telah dimulai sejak 25 Maret dan ditargetkan rampung pada 10 April mendatang," ungkapnya.
Menurutnya, proses pengerukan menemui kendala karena banyaknya bangunan yang berdiri di atas saluran, sehingga menyulitkan akses pembersihan.
"Kami minta warga untuk tidak mengokupasi area saluran atau mendirikan bangunan di atasnya. Kalau sudah banjir, nanti kita semua yang merasakan dampaknya," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Firman menyampaikan apresiasi atas respons cepat petugas terhadap usulan masyarakat.
"Kami berterima kasih karena usulan warga melalui Musrenbang langsung ditindaklanjuti. Semoga tidak ada lagi genangan saat musim hujan," tandasnya.