Sabtu, 21 Maret 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 198
(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)
Perwakilan Kawan Stroke Indonesia (KaSI) menghadiri silaturahmi Idulfitri 1447 H bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Wakil Gubernur, Rano Karno di Balai Kota, Sabtu (21/3).
Belasan anggota perwakilan komunitas memanfaatkan momentum Lebaran ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi terkait penanganan stroke.
"sangat membutuhkan bantuan,"
Pendiri sekaligus pembina Kawan Stroke Indonesia (KaSI) Phillips Gunawan, mengatakan KaSI hadir sebagai wadah bagi para penyintas stroke yang membutuhkan pendampingan jangka panjang.
Menurutnya, proses pemulihan pasca-stroke memerlukan latihan yang konsisten serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.
“Komunitas ini ditujukan untuk para penderita stroke. Pasca-stroke ini masa pemulihannya cukup lama, jadi perlu latihan yang konsisten dan terus-menerus,” kata dia.
Pria yang telah lima tahun menderita stroke, menyampaikan, penyakit tersebut menjadi penyebab kecacatan nomor satu, sehingga diperlukan kewaspadaan masyarakat.
“Saya sudah menderita stroke lima tahun dan sekarang masih dalam proses pemulihan. Masyarakat luas perlu lebih waspada, karena stroke ini penyebab kecacatan nomor satu di Indonesia maupun di dunia,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gunawan menyampaikan harapan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat lebih peduli terhadap penyintas stroke, khususnya yang berasal dari kalangan ekonomi lemah.
“Harapannya pemerintah, khususnya Pemda DKI, lebih sadar dan lebih peduli terhadap para penderita stroke, karena banyak dari mereka berasal dari golongan ekonomi lemah yang sangat membutuhkan bantuan,” ucapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penanganan cepat di rumah sakit melalui sistem terpadu. Menurutnya, fasilitas layanan stroke saat ini masih perlu ditingkatkan.
“Rumah sakit harus memiliki penanganan code stroke, jadi harus cepat dan melibatkan berbagai bagian seperti farmasi dan radiologi, serta dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Gunawan menambahkan, momentum Lebaran dimanfaatkan untuk menarik perhatian pemerintah terhadap meningkatnya kasus stroke, termasuk di usia muda. Ia berharap ke depan ada ruang dialog yang lebih luas.
“Ini momentum yang tepat untuk mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah, karena penderita stroke semakin banyak, bahkan ada juga yang masih usia muda,” tandasnya.