Cuaca Jakarta Terik, Lakukan Ini Agar Terhindar dari Dehidrasi

Kamis, 19 Maret 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 898

Cuaca jakarta panas jati

(Foto: Nugroho Sejati)

Cuaca panas terik yang menyengat dirasakan masyarakat Jakarta dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada periode 14–15 Maret 2026, suhu udara maksimum harian tertinggi di Indonesia berada di Jakarta yang mencapai 35,6 derajat celsius, yakni di Stasiun Meteorologi Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

​Menanggapi fenomena ini, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim menyampaikan imbauan agar masyarakat mewaspadai dan menerapkan langkah pencegahan sehingga terhindar dari risiko kesehatan seperti dehidrasi, heat exhaustion, hingga heat stroke.

"menerapkan langkah pencegahan,"

"Gubernur Pramono menekankan bahwa kondisi ini bersifat sementara dan warga tidak perlu khawatir berlebihan. Namun, tetap diimbau untuk waspada dan menerapkan langkah pencegahan," ujar Chico dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/3).

Berikut sejumlah langkah yang perlu diterapkan agar masyarakat terhindar dari risiko dehidrasi hingga heat stroke:

1. Meningkatkan asupan cairan dengan minum air putih minimal 8–10 gelas sehari, lebih banyak lagi saat beraktivitas di luar atau merasa haus berlebih. Hindari minuman berkafein dan beralkohol yang dapat mempercepat dehidrasi.

2. Batasi aktivitas luar ruangan pada jam puncak panas (sekitar pukul 10.00–15.00 WIB). Jika harus beraktivitas, gunakan pelindung, seperti topi, payung, pakaian berwarna terang dan longgar, kacamata hitam, serta tabir surya SPF minimal 30.

3. Kelompok rentan, yakni lansia, balita, pekerja lapangan, dan penderita penyakit kronis (jantung, diabetes, dll) membutuhkan pengawasan lebih ketat agar tetap berada di tempat yang teduh dan sejuk.

4. Kenali gejala bahaya panas, seperti pusing berat, mual, muntah, lemas ekstrem, kulit kering dan panas, atau kejang. Jika gejala ini muncul, segera tuju fasilitas kesehatan atau hubungi 112 untuk bantuan darurat.

5. Pemprov DKI telah menginstruksikan BPBD DKI Jakarta, Dinas Kesehatan, Wali Kota Administrasi, serta lurah dan camat se-DKI untuk memperkuat sosialisasi melalui RT/RW dan memonitor kesehatan warga melalui Puskesmas serta Posyandu.

Pemprov DKI Jakarta juga terus berkoordinasi dengan BMKG untuk melakukan pemantauan harian dan peringatan dini. Masyarakat pun diimbau agar saling mengingatkan dan menjaga kesehatan bersama.

"Kami juga memantau perkembangan cuaca menjelang periode mendatang agar langkah antisipasi dapat disesuaikan secara cepat," tandas Chico.

BERITA TERKAIT
Layanan kesehatan RSUD Pasming jati

Dinkes DKI Pastikan Kesiapan Fasilitas dan Layanan Antisipasi Dampak Cuaca Panas Ekstrem

Kamis, 19 Maret 2026 770

Pemeriksaan kesehatan supir jakbar budhi

105 Pengemudi Bus AKAP di Jakbar Sudah Cek Kesehatan

Rabu, 18 Maret 2026 683

Masjid Fatahilah doc

Pramono Dijadwalkan Salat Idulfitri di Istiqlal, Rano di Balai Kota

Selasa, 17 Maret 2026 1023

BERITA POPULER
Kebakaran sunter agung anita

Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

Rabu, 13 Mei 2026 7504

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

Selasa, 12 Mei 2026 1766

LRT fase 1b gery ist

Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT

Rabu, 13 Mei 2026 1300

Gub dki pramono ist

Pram Dukung Aparat Hukum Tindak Tegas Pelaku Judi Online

Rabu, 13 Mei 2026 979

Magang kerja pemprov dki ist

Program Magang Solusi Atasi Kesenjangan Skill dan Pengangguran

Rabu, 13 Mei 2026 887

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks