Selasa, 17 Maret 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 369
(Foto: Anita Karyati)
Lonjakan arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mulai terjadi di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejak akhir pekan lalu, jumlah penumpang yang berangkat menuju kampung halaman terus mengalami peningkatan.
"Setiap hari terjadi peningkatan jumlah penumpang"
Kepala Terminal Tanjung Priok, Sandi mengatakan, lonjakan arus mudik gelombang pertama mulai terlihat sejak Jumat (13/3). Mayoritas penumpang memiliki tujuan ke sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Setiap hari terjadi peningkatan jumlah penumpang. Hal ini dipengaruhi oleh libur sekolah serta sebagian pegawai yang mulai mengambil cuti," ujarnya, Selasa (17/3).
Sandi merinci, pada Jumat (13/3) tercatat sebanyak 519 penumpang berangkat menggunakan 75 armada bus. Jumlah tersebut meningkat pada Sabtu (14/3) menjadi 729 penumpang dengan 82 armada.
Lonjakan kembali terjadi pada Minggu (15/3) dengan jumlah 1.298 penumpang menggunakan 102 armada bus. Sementara itu, pada Senin (16/3), jumlah penumpang mencapai 1.407 orang dengan 108 armada yang diberangkatkan.
"Untuk hari ini hingga pukul 12.00, diperkirakan sudah ada 500 penumpang yang berangkat menggunakan 55 armada bus. Jumlah ini masih akan terus bertambah hingga malam hari," terangnya.
Menurutnya, selain memastikan kelancaran arus penumpang, pihak terminal juga memperketat pengawasan terhadap aspek keselamatan. Program ramp check atau inspeksi kelayakan kendaraan dilakukan secara rutin setiap hari.
Selain itu, para pengemudi dan awak bus juga menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasilnya menunjukkan sebagian besar pengemudi dalam kondisi laik untuk mengemudikan bus jarak jauh.
"Kami memprediksi volume penumpang akan terus meningkat hingga mendekati hari H Lebaran. Namun, berbagai sarana dan personel telah kami siagakan untuk memastikan pelayanan serta keamanan di area terminal tetap kondusif," ungkapnya.
Petugas loket Perusahaan Otobus (PO) Murni Jaya, Hendrik (54) mengungkapkan, terjadi peningkatan jumlah penumpang menjelang Lebaran dibandingkan hari biasa. Sebagian besar pemudik membeli tiket secara daring, meskipun pembelian langsung di loket masih tetap dilakukan.
"Armada kami diberangkatkan pada pagi dan sore hari. Harga tiket juga mengalami kenaikan, terutama menjelang hari H Lebaran. Untuk tujuan Jawa Tengah seperti Solo, Yogyakarta, hingga Purwokerto, tarif berkisar antara Rp 180.000 hingga Rp 570.000," bebernya.
Sementara itu, salah seorang pengguna jasa bus AKAP yang hendak mudik ke Madura, Amalia (31) mengaku rutin pulang kampung setiap Lebaran. Ia baru dapat berangkat setelah menunggu jadwal cuti kerja, sementara orang tuanya telah lebih dahulu mudik sejak awal Ramadan.
"Harga tiket memang lebih mahal, tetapi tidak masalah. Yang penting bisa berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman," tandasnya.