Jumat, 13 Maret 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 223
(Foto: Andri Widiyanto)
Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan (UPTAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta memastikan hasil ramp check atau pemeriksaan kelaikan bus antarkota menjelang Lebaran sejauh ini tidak menemukan pelanggaran bersifat fatal.
Kepala UPTAJ Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Zulkifli, mengatakan kegiatan ramp check dilakukan oleh Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) di sejumlah lokasi pengujian kendaraan.
"Sampai saat ini memang belum ada temuan,"
Terdapat lima lokasi PKB yang terlibat dalam pemeriksaan tersebut, yakni PKB Ujung Menteng, PKB Pulo Gadung, PKB Cilincing, PKB Kedaung Angke, dan PKB Jagakarsa.
Ia menyampaikan, terdapat dua jenis pemeriksaan utama dalam proses ramp check, yaitu komponen utama yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan komponen penunjang kendaraan.
“Komponen utama yang menjadi fokus pemeriksaan meliputi kondisi ban serta sistem pengereman kendaraan. Kedua komponen tersebut dinilai sangat vital karena berkaitan langsung dengan keselamatan perjalanan dan dokumen administrasi perjalanan,” ujarnya, Jumat (13/3).
Zulkifli menegaskan, kendaraan tidak akan diizinkan beroperasi apabila ditemukan masalah pada komponen utama tersebut, karena berpotensi membahayakan keselamatan penumpang. Namun, pihaknya belum menemukan masalah fatal yang berkaitan dengan komponen utama kendaraan hingga saat ini.
“Sampai saat ini memang belum ada temuan yang berkaitan dengan masalah utama seperti ban atau pengereman yang bersifat fatal,” katanya.
Meski demikian, pemeriksaan masih menemukan sejumlah kendala pada komponen penunjang kendaraan, seperti lampu dan wiper yang tidak berfungsi dengan baik.
Untuk mengatasi hal tersebut, UPTAJ telah bekerja sama dengan sejumlah bengkel karoseri agar perbaikan dapat dilakukan langsung di lokasi pemeriksaan.
Zulkifli menilai, dengan adanya kerja sama tersebut, bus yang ditemukan memiliki masalah penunjang dapat segera diperbaiki sehingga tidak mengganggu kesiapan operasional saat masa mudik Lebaran.
“Kami bekerja sama dengan perusahaan karoseri untuk langsung melakukan perbaikan di tempat apabila ditemukan masalah penunjang seperti lampu atau wiper,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah perusahaan karoseri juga telah menyiapkan fasilitas perbaikan di beberapa terminal untuk mempercepat proses penanganan kendaraan.
Perusahaan karoseri yang terlibat di antaranya berasal dari produsen bus seperti Hino dan Mercedes. Diharapkan, kehadiran teknisi di terminal dapat membantu mempercepat proses perbaikan sehingga pelayanan kepada penumpang tetap berjalan optimal.
“Dengan langkah tersebut, Dishub DKI berharap seluruh armada bus yang beroperasi selama masa angkutan Lebaran berada dalam kondisi laik jalan dan aman bagi penumpang,” tandasnya.