Senin, 09 Maret 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 374
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan bersama tim Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial menjangkau satu keluarga Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang beraktivitas sebagai manusia gerobak di wilayah Kecamatan Tebet.
"Dibina di panti"
Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Nanto Dwi Subekti mengatakan, petugas mendapati satu keluarga PPKS yang terdiri dari YS (43) sebagai ibu, E (75) sebagai ayah, serta dua anak mereka, yakni MAR (12) dan MAA (5).
"Berdasarkan pendataan petugas, mereka tercatat beralamat di Jalan Revolusi, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok," ujarnya, Senin (9/3).
Nanto menjelaskan, mereka selanjutnya langsung dibawa menggunakan kendaraan operasional Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan ke panti sosial untuk mendapatkan penanganan dan pembinaan lebih lanjut.
"Kami selalu mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis. Semoga setelah dibina di panti mereka nantinya bisa memiliki bekal keterampilan untuk hidup mandiri dan sejahtera," ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam operasi tersebut petugas juga mengamankan empat unit gerobak beserta sejumlah barang milik PPKS yang kemudian dibawa ke Gudang Satpol PP Jakarta Selatan.
"Kegiatan penertiban ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat selama Ramadan," terangnya.
Nanto menuturkan, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur DKI Jakarta untuk menertibkan keberadaan PPKS, termasuk manusia gerobak yang kerap meningkat menjelang Ramadan hingga Idulfitri.
"Ini bagian dari upaya bersih-bersih Jakarta dari maraknya PPKS, seperti manusia gerobak yang biasanya meningkat saat Ramadan dan Idulfitri," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Bernard Tambunan memastikan, terus mengintensifkan pengawasan serta penjangkauan terhadap PPKS selama bulan Ramadan.
Berdasarkan data rekapitulasi penjangkauan sejak 19 Februari hingga awal Maret 2026, tercatat sebanyak 30 PPKS telah dijangkau dari berbagai lokasi di Jakarta Selatan.
"PPKS yang dijangkau terdiri dari kelompok gelandangan dan pengemis. Selain itu, petugas juga menemukan PPKS dengan kategori terlantar serta penyandang disabilitas mental," bebernya.
Bernard berharap, melalui pembinaan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing PPKS, langkah tersebut dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengentaskan persoalan kesejahteraan sosial.
"Kami juga menekankan agar mereka tidak kembali turun ke jalan. Jika kembali terjaring, tentu akan ada tindakan lanjutan hingga pemulangan ke daerah asal," tandasnya.