Kamis, 05 Maret 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 157
(Foto: Nugroho Sejati)
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi DKI Jakarta mengadakan buka puasa bersama di Rumah Dinas Sekretaris Daerah (Sekda), Jalan Denpasar Raya, Setiabudi, Jakarta Selatan.
"Momennya sangat terasa"
Ketua DWP Provinsi DKI Jakarta, Lisniawati Uus Kuswanto mengatakan, kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momen untuk mempererat silaturahmi antarpengurus di bulan Ramadan.
"Walaupun kegiatan ini bisa dikatakan mendadak, momennya sangat terasa. Semangat kehadiran para pengurus untuk mempererat tali silaturahmi patut kita apresiasi," ujarnya, Kamis (5/3).
Lisniawati menyampaikan apresiasi kepada para pengurus atas kerja sama yang telah terjalin dalam mendukung berbagai kegiatan, khususnya di bidang sosial budaya.
Ia menuturkan, salah satu program unggulan yang terus berjalan adalah Wakaf Al-Qur'an. Hingga saat ini, jumlah Al-Qur'an yang berhasil dihimpun telah mencapai lebih dari 3.800 mushaf.
"Alhamdulillah, hingga hari ini Wakaf Al-Qur'an yang terkumpul sudah mencapai sekitar 3.800 mushaf. Kami juga telah menyalurkannya kepada para penerima manfaat," terangnya.
Ia menambahkan, program Wakaf Al-Qur'an masih akan terus dibuka hingga akhir Ramadan. Ia berharap jumlah mushaf yang terkumpul terus bertambah seiring semangat masyarakat dalam meraih pahala di bulan suci.
"InsyAllah yang kita lakukan menjadi amal jariyah bagi kita semua. Mudah-mudahan ke depan kita dapat menjadi lebih baik dalam berkegiatan maupun bekerja sama," ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut juga diberikan tausiyah oleh Ustaz Mukhlis dari Biro Pendidikan dan Mental Spiritual (Dikmental) Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta. Ia menyampaikan tausiah mengenai rahasia Lailatulqadar dan cara menggapainya.
Mukhlis menyampaikan, Ramadan merupakan bulan yang Allah SWT khususkan bagi umat Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kasih sayang-Nya.
"Ramadan adalah momentum untuk mengembalikan manusia kepada kesucian sesuai dengan fitrahnya. Dalam perjalanan hidup, manusia kerap melakukan dosa sehingga perlu kembali disucikan," bebernya.
Ia mengungkapkan, terdapat tiga pendekatan untuk menemukan malam Lailatulqadar. Pertama, dengan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Kedua, pada malam-malam ganjil. Ketiga, berdasarkan perhitungan awal dimulainya Ramadan.
Mukhlis menegaskan, terlepas dari adanya perbedaan awal penetapan puasa, terpenting adalah semangat umat Islam dalam meningkatkan ibadah selama Ramadan.
"Kita berharap Idulfitri tahun ini dapat dirayakan secara bersamaan sehingga masyarakat yang melakukan mudik dapat merasa lebih nyaman," tandasnya.