Kamis, 05 Maret 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 279
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta masih menemukan takjil yang mengandung zat berbahaya di Jalan Karya Utama, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"Menjadi perhatian serius"
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho mengatakan, terdapat 39 varian sampel makanan yang diambil untuk diuji dari lokasi tersebut.
Menurutnya, berdasarkan hasil uji laboratorium diketahui ada tiga sampel yang positif mengandung zat berbahaya Formalin, Boraks, dan Pewarna Tekstil.
"Hasil pengawasan kemarin menjadi perhatian serius karena zat-zat sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang masih ditemukan," ujarnya, Kamis (5/3).
Ali menjelaskan, para pedagang langsung diberikan teguran agar tidak lagi menggunakan atau membeli bahan baku dari produsen tersebut.
Kemudian, Ali meminta kepada BBPOM di Jakarta untuk menelusuri asal produsen bahan makanan tersebut untuk mengambil tindakan hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami lakukan ini bertujuan menyosialisasikan sekaligus mengedukasi masyarakat dan pedagang mengenai risiko penggunaan zat berbahaya pada makanan," terangnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM di Jakarta, Evi Citraprianti mengingatkan, dengan beragamnya jenis takjil yang dijual, masyarakat selaku konsumen perlu lebih teliti dalam memilih makanan.
Masyarakat harus mengenali makanan sebelum dikonsumsi seperti melakukan pengecekan warna makanan. Jika warna makanan terlihat sangat terang atau mencolok, terdapat dugaan kuat adanya penambahan zat pewarna tekstil seperti Rhodamin B atau Metanil Yellow.
Kemudian, terkait rasa makanan yang pada produk kerupuk atau gorengan, jika terasa getir atau meninggalkan rasa pahit di lidah, kemungkinan besar produk tersebut mengandung Boraks.
Terkait tekstur makanan terutama pada produk seperti tahu atau olahan mi, Evi membeberkan, jika terasa sangat keras dan tidak mudah hancur, patut diduga mengandung Formalin sebagai pengawet.
"Kami minta masyarakat harus senantiasa meningkatkan kewaspadaannya dan peduli terhadap yang dikonsumsi agar kesehatan tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa," tandasnya.