Ini Hasil Pemeriksaan Kandungan Takjil di Jalan Karya Utama

Kamis, 05 Maret 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 658

Pemeriksaan Kandungan Takjil di Jalan Karya Utama

(Foto: Tiyo Surya Sakti)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta masih menemukan takjil yang mengandung zat berbahaya di Jalan Karya Utama, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Menjadi perhatian serius"

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho mengatakan, terdapat 39 varian sampel makanan yang diambil untuk diuji dari lokasi tersebut. 

Menurutnya, berdasarkan hasil uji laboratorium diketahui ada tiga sampel yang positif mengandung zat berbahaya Formalin, Boraks, dan Pewarna Tekstil.

"Hasil pengawasan kemarin menjadi perhatian serius karena zat-zat sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang masih ditemukan," ujarnya, Kamis (5/3).

Ali menjelaskan, para pedagang langsung diberikan teguran agar tidak lagi menggunakan atau membeli bahan baku dari produsen tersebut.

Kemudian, Ali meminta kepada BBPOM di Jakarta untuk menelusuri asal produsen bahan makanan tersebut untuk mengambil tindakan hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami lakukan ini bertujuan menyosialisasikan sekaligus mengedukasi masyarakat dan pedagang mengenai risiko penggunaan zat berbahaya pada makanan," terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kelompok Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM di Jakarta, Evi Citraprianti mengingatkan, dengan beragamnya jenis takjil yang dijual, masyarakat selaku konsumen perlu lebih teliti dalam memilih makanan. 

Masyarakat harus mengenali makanan sebelum dikonsumsi seperti melakukan pengecekan warna makanan. Jika warna makanan terlihat sangat terang atau mencolok, terdapat dugaan kuat adanya penambahan zat pewarna tekstil seperti Rhodamin B atau Metanil Yellow.

Kemudian, terkait rasa makanan yang pada produk kerupuk atau gorengan, jika terasa getir atau meninggalkan rasa pahit di lidah, kemungkinan besar produk tersebut mengandung Boraks.

Terkait tekstur makanan terutama pada produk seperti tahu atau olahan mi, Evi membeberkan, jika terasa sangat keras dan tidak mudah hancur, patut diduga mengandung Formalin sebagai pengawet.

"Kami minta masyarakat harus senantiasa meningkatkan kewaspadaannya dan peduli terhadap yang dikonsumsi agar kesehatan tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Takjil jalan semangka bebas bahan berbahaya

Takjil di Jalan Semangka Dinyatakan Aman Konsumsi

Rabu, 04 Maret 2026 822

IMG 20260227 WA0049

Penjual Takjil di Jalan Sunter Permai Raup Cuan

Jumat, 27 Februari 2026 1260

IMG 20260225 WA0006

Jajaran Kelurahan Rawa Badak Utara Rutin Berbagi Takjil

Rabu, 25 Februari 2026 1197

BERITA POPULER
Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 3633

Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2598

Penataan Lahan Jadi Taman Interaktif Cijantung nurito

Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 1075

Bpbd omc ist

Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

Rabu, 21 Oktober 2026 1297

Edukasi Pilah Sampah pulau panggang anita

Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 1380

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks