Rabu, 25 Februari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 225
(Foto: Istimewa)
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi orang tua asuh bagi Balita yang terindikasi mengalami stunting.
"Kepedulian mulia kepada sesama"
Munjirin mengatakan, balita yang terindikasi stunting umumnya berasal dari keluarga kurang mampu. Sehingga, memerlukan perhatian khusus untuk bisa mendapatkan bantuan.
"Ini adalah kepedulian mulia kepada sesama. Saya berharap ASN dapat menjadi bapak atau ibu asuh bagi Balita stunting," ujarnya, Rabu (25/2).
Munjirin meminta, ASN yang menjadi orang tua asuh diharapkan dapat melakukan pemantauan minimal tiga kali dalam sepekan serta memastikan balita memperoleh asupan gizi seimbang.
"Para orang tua asuh juga perlu mengawasi pemberian Program Makanan Tambahan (PMT) secara optimal selama tiga bulan guna memperbaiki kondisi gizi balita," terangnya.
Munjirin menegaskan, balita yang mengalami stunting berhak mendapatkan perhatian dan kualitas hidup yang baik karena mereka merupakan generasi penerus bangsa yang harus tumbuh sehat dan tangguh.
"Kebijakan ini perlu diterapkan di 10 kecamatan apabila ditemukan balita yang terindikasi stunting," ungkapnya.
Sementara itu, Camat Cipayung, Diman menambahkan, upaya mengatasi stunting terus dilakukan di wilayah kerjanya.
"Kami segera menindaklanjuti arahan Pak Wali Kota dengan mengajak ASN yang bertugas di sini untuk menjadi orang tua asuh guna mempercepat penanganan stunting," tandasnya.