Kamis, 19 Februari 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Andry 243
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Jakarta Barat akan menggencarkan pengawasan tempat hiburan yang tersebar di delapan kecamatan selama Ramadan.
Tidak hanya secara terbuka, pengawasan juga dilakukan dengan pola tertutup dengan melibatkan petugas yang melakukan penyamaran.
"Kami telah bentuk tim khusus untuk pengawasan selama Ramadan,"
Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Heri Purnama menegaskan akan berupaya maksimal melakukan pengawasan agar tidak ada tempat usaha pariwisata yang beroperasional melanggar aturan selama Ramadan.
"Kami telah bentuk tim khusus untuk pengawasan selama Ramadan. Total ada 35 orang," katanya, Kamis (19/2).
Heri menjelaskan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) telah menerbitkan Pengumuman Nomor e-0038/PW.01.02 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata pada bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri Tahun 1447 H/2026 M.
Dalam pengumuman itu, jenis usaha pariwisata tertentu wajib tutup mulai satu hari sebelum Ramadan hingga satu hari setelah hari kedua Idulfitri dan ada juga yang diperbolehkan beroperasi dengan berbagai macam ketentuan.
Ia mengaku telah mensosialisasikan aturan itu kepada para pelaku usaha pariwisata di Jakarta Barat. Karena itu, tidak ada alasan para pelaku usaha tidak mengetahui adanya aturan pembatasan waktu operasional selama Ramadan.
Menurut Heri, dari seluruh wilayah di Jakarta Barat, pengawasan akan fokus ke Kecamatan Taman Sari, Grogol Petamburan dan Cengkareng. Sebab, mayoritas tempat usaha pariwisata di Jakarta Barat tersebar di tiga wilayah kecamatan tersebut.
Ia menambahkan, pengawasan nantinya tidak hanya melalui jajaran petugas yang melakukan pengawasan terbuka. Pihaknya juga memastikan bakal menindaklanjuti setiap informasi pelanggaran jam operasional yang dilaporkan warga atau viral di media sosial.
"Bila ada yang melanggar tentunya akan ditindak tegas," tandasnya.