Rabu, 18 Februari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 191
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan menggelar pelatihan kreasi buket bunga dari balon di Tempat Kumpul Kreatif (TKK), Kantor Wali Kota setempat.
"Menjadi ekosistem kreatif"
Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah awal sekaligus tonggak penting dalam upaya pemerintah mendorong tumbuhnya kreativitas, keterampilan, dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan calon palaku usaha kreatif.
"Tempat Kumpul Kreatif merupakan ruang bersama yang dihadirkan sebagai wadah belajar, berkreasi, berkolaborasi, dan bertumbuh bagi masyarakat. Tempat ini bukan sekadar lokasi pelatihan, melainkan menjadi ekosistem kreatif, tempat ide bertemu keterampilan, potensi bertemu peluang usaha, serta masyarakat saling berbagi pengetahuan dan inspirasi," ujarnya, Rabu (18/2).
Djaharuddin menjelaskan, melalui Tempat Kumpul Kreatif, Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan ingin menciptakan suasana yang inklusif, terbuka, dan produktif.
"Kqmi ingin setiap individu memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan kreatif menjadi karya bernilai ekonomi," terangnya.
Menurutnya, pelatihan kreasi buket bunga dari balon dipilih karena memiliki karakter produk yang fleksibel, ekonomis, serta memiliki nilai tambah karena dibuat secara handmade atau kerajinan tangan.
"Produk kreasi buket balon saat ini memiliki pasar yang cukup baik. Konsumen banyak menyukai produk yang unik, bernilai seni, dan mengikuti tren kekinian sebagai alternatif pengganti buket bunga segar," ungkapnya.
Ia menginginkan, sebanyak 15 peserta yang mengikuti pelatihan tidak berhenti pada kegiatan tersebut saja. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya karya-karya kreatif, UMKM yang tangguh.
"Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan dapat mandiri secara ekonomi," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Kalibata, Ita Pantja menuturkan, pembuatan balloon twist atau buket balon tengah populer belakangan ini. Produk tersebut dapat dijadikan hantaran, bingkisan (hampers), kado wisuda, maupun hadiah ulang tahun.
"Ini bisa menjadi salah satu alternatif usaha, selain pekerjaan yang saat ini saya tekuni, yaitu membuat gelang dari manik-manik dan gantungan tas," bebernya.
Ita berharap, ke depan materi pelatihan dapat lebih bervariasi, khususnya terkait pemasaran produk. Sebab, produk yang telah dibuat memerlukan strategi pemasaran yang baik agar diminati konsumen.
"Saya berharap ada pelatihan penggunaan aplikasi seperti CapCut dan Canva untuk menyunting video serta membuat desain promosi. Sehingga, prosesnya lengkap, mulai dari pembuatan produk hingga pemasaran melalui media sosial atau iklan," tandasnya.