Legislator Optimistis Raperda Pangan Mampu Jaga Stabilitas Harga

Sabtu, 14 Februari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 248

Pasar Kramat Jati Rezap

(Foto: Reza Pratama Putra)

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman optimistis Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pangan mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di ibu kota.

Ade menegaskan, Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD memiliki tanggung jawab memastikan hak warga atas pangan benar-benar terpenuhi.

"Kita berharap tidak ada lagi lonjakan harga,"

“Saya optimistis Raperda ini bisa menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Memang seharusnya begitu, karena hak warga harus dijamin,” ujar Ade, Sabtu (14/2).

Ia juga menanggapi usulan pembentukan Dewan Pangan DKI Jakarta. Menurutnya, pembentukan badan baru belum mendesak karena saat ini sudah cukup banyak lembaga yang menangani urusan pangan.

“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah kepastian payung hukum terhadap sistem pengelolaan pangan, ketersediaan, serta aksesibilitas hak warga,” jelasnya.

Ke depan, Ade mengusulkan agar diwacanakan skema mandatory spending untuk subsidi pangan, seperti anggaran wajib di sektor pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting agar jaminan hak atas pangan benar-benar terkunci dalam kebijakan anggaran daerah.

Ia menegaskan, Raperda Pangan harus memastikan warga mendapatkan pangan yang murah, aman, bergizi, dan terjamin kehalalannya. Selain itu, akses masyarakat terhadap bahan pangan juga perlu diperkuat agar tidak ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

Ade turut menyoroti pentingnya pengelolaan sisa pangan (food waste). Ia berharap, masyarakat dapat dilibatkan dalam pemanfaatan kelebihan pangan agar tidak terbuang sia-sia dan bisa dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, ia meminta perbaikan sistem distribusi dan perolehan pangan berbasis digital lantaran masih memicu antrean dan keluhan. Menurutnya, persoalan teknis tersebut tidak boleh terus berulang dan harus segera dibenahi.

Ia juga mendorong Pemprov DKI memiliki cadangan pangan (buffer stock) yang memadai untuk menghadapi kondisi darurat maupun bencana, tanpa mengganggu pasokan bagi warga. Program urban farming pun dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan.

“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, kita berharap tidak ada lagi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kesepakatan Bersama Pemprov DKI Pemkab Cianjur otoy

Jakarta dan Cianjur Sepakati Kerja Sama Ketahanan Pangan

Kamis, 12 Februari 2026 539

IMG 20260212 WA0060

Arifin Pantau Stok dan Harga Pangan di Pasar Johar Baru

Kamis, 12 Februari 2026 390

Pasar murah harian foodstation ist

Ini Strategi Food Station Jaga Stok dan Harga Pangan

Kamis, 12 Februari 2026 565

BERITA POPULER
IMG 20260214 113057

Petugas Gabungan di Matraman Razia Miras Jelang Ramadan

Sabtu, 14 Februari 2026 591

Wagub Panen Raya Cianjur otoy

Wagub Hadiri Panen Raya di Cianjur

Kamis, 12 Februari 2026 950

Transjakarta 1e blok m pondok labu jati2

Transjakarta Berduka, Dukung Proses Penyelidikan Kecelakaan di Pondok Labu

Jumat, 13 Februari 2026 746

Gubernur pramono sertifikat aset rezap

Pemprov DKI Terima 3.922 Sertifikat Aset Senilai Rp102 T

Jumat, 13 Februari 2026 680

20260213 130728

Transjakarta: Insiden di Flyover Cijantung Karena Pengendara Motor Mengantuk

Jumat, 13 Februari 2026 664

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks