Legislator Optimistis Raperda Pangan Mampu Jaga Stabilitas Harga

Sabtu, 14 Februari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 896

Pasar Kramat Jati Rezap

(Foto: Reza Pratama Putra)

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman optimistis Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pangan mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di ibu kota.

Ade menegaskan, Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD memiliki tanggung jawab memastikan hak warga atas pangan benar-benar terpenuhi.

"Kita berharap tidak ada lagi lonjakan harga,"

“Saya optimistis Raperda ini bisa menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Memang seharusnya begitu, karena hak warga harus dijamin,” ujar Ade, Sabtu (14/2).

Ia juga menanggapi usulan pembentukan Dewan Pangan DKI Jakarta. Menurutnya, pembentukan badan baru belum mendesak karena saat ini sudah cukup banyak lembaga yang menangani urusan pangan.

“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah kepastian payung hukum terhadap sistem pengelolaan pangan, ketersediaan, serta aksesibilitas hak warga,” jelasnya.

Ke depan, Ade mengusulkan agar diwacanakan skema mandatory spending untuk subsidi pangan, seperti anggaran wajib di sektor pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting agar jaminan hak atas pangan benar-benar terkunci dalam kebijakan anggaran daerah.

Ia menegaskan, Raperda Pangan harus memastikan warga mendapatkan pangan yang murah, aman, bergizi, dan terjamin kehalalannya. Selain itu, akses masyarakat terhadap bahan pangan juga perlu diperkuat agar tidak ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

Ade turut menyoroti pentingnya pengelolaan sisa pangan (food waste). Ia berharap, masyarakat dapat dilibatkan dalam pemanfaatan kelebihan pangan agar tidak terbuang sia-sia dan bisa dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, ia meminta perbaikan sistem distribusi dan perolehan pangan berbasis digital lantaran masih memicu antrean dan keluhan. Menurutnya, persoalan teknis tersebut tidak boleh terus berulang dan harus segera dibenahi.

Ia juga mendorong Pemprov DKI memiliki cadangan pangan (buffer stock) yang memadai untuk menghadapi kondisi darurat maupun bencana, tanpa mengganggu pasokan bagi warga. Program urban farming pun dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan.

“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, kita berharap tidak ada lagi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kesepakatan Bersama Pemprov DKI Pemkab Cianjur otoy

Jakarta dan Cianjur Sepakati Kerja Sama Ketahanan Pangan

Kamis, 12 Februari 2026 1331

IMG 20260212 WA0060

Arifin Pantau Stok dan Harga Pangan di Pasar Johar Baru

Kamis, 12 Februari 2026 1095

Pasar murah harian foodstation ist

Ini Strategi Food Station Jaga Stok dan Harga Pangan

Kamis, 12 Februari 2026 1075

BERITA POPULER
IMG 20260720 WA0051

Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

Senin, 20 Juli 2026 1092

SEA V Cup 2026 gery ist

SEA V Cup 2026 Resmi Bergulir, Jakarta Jadi Panggung Voli Asia Tenggara

Kamis, 23 Juli 2026 398

IMG 20260721 WA0104

Pemprov DKI Bidik Pasar Timur Tengah Melalui Seminar Pariwisata di Yordania

Rabu, 22 Juli 2026 649

Reza dan Nadya Siap Promosikan Pariwisata Berkelanjutan Kepulauan Seribu

Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

Minggu, 19 Juli 2026 1095

IMG 20260722 WA0108

JF3 Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Jakarta

Rabu, 22 Juli 2026 501

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks