Ini Strategi Food Station Jaga Stok dan Harga Pangan

Kamis, 12 Februari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 195

Pasar murah harian foodstation ist

(Foto: Istimewa)

PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi lonjakan kebutuhan pangan selama Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026.

BUMD DKI Jakarta ini mengandalkan penguatan pasokan dari berbagai daerah, diversifikasi skema pengadaan, perluasan jaringan distribusi, operasi pasar murah harian, serta keterbukaan informasi stok dan harga kepada publik.

"Ketersediaan pangan di Jakarta tetap aman,"

Direktur Utama Food Station, Dodot Tri Widodo mengatakan, setiap hari besar keagamaan selalu diikuti peningkatan konsumsi, terutama untuk komoditas seperti beras, telur, minyak goreng, dan tepung terigu.

“Kalau beras kenaikannya tidak terlalu besar, sekitar delapan persen. Sedangkan telur ayam bisa naik 7 sampai 17 persen. Jadi memang ada peningkatan konsumsi,” ujar Dodot, Kamis (12/2).

Untuk mengamankan pasokan beras, Food Station memperluas kerja sama lintas daerah melalui dua skema, yakni standby buyer (membeli gabah dari daerah penghasil) dan on farming (membiayai petani untuk menanam padi).

“Kami bekerja sama dengan Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, bahkan terakhir Bali,” ungkap Dodot.

Saat ini, lanjut dia, stok beras Food Station mencapai 80.000 ton. Sementara itu, prognosa kebutuhan rumah tangga pada Februari–Maret diperkirakan sebesar 151.023 ton.

Untuk kebutuhan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), disiapkan stok tambahan 18.000 ton. Secara normal, kebutuhan beras di Jakarta berkisar 2.500 ton per hari atau sekitar 70.000–75.000 ton per bulan.

Menurut Dodot, ketersediaan tersebut masih tergolong aman karena Food Station juga mengelola Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dengan rata-rata stok harian sekitar 40.000 ton.

“Dengan kebutuhan 2.500 ton per hari, stok di PIBC cukup untuk sekitar 20 hari ke depan. Jadi relatif aman,” katanya.

Selain beras, permintaan gula pasir juga meningkat selama Ramadan dan Idulfitri, terutama untuk kebutuhan membuat makanan dan kue. Sementara, stok gula pasir tercatat 192 ton dan akan ditambah 1.447 ton melalui kerja sama dengan PT PN dan ID Food.

Untuk minyak goreng, stok yang tersedia sebanyak 36.234 liter dan akan ditambah 643.530 liter guna memenuhi kebutuhan HBKN. Sementara itu, stok telur ayam saat ini 4,1 ton akan ditambah 1.002 ton. Adapun stok tepung terigu sebanyak 25 ton akan ditingkatkan sebesar 63,2 ton.

Dari sisi distribusi, Food Station memaksimalkan jaringan perdagangan modern di 39.000 lokasi serta jaringan konvensional dengan 1.000 pelanggan.

Untuk menjaga keterjangkauan harga, perusahaan juga menggencarkan operasi pasar murah bersubsidi.

“Pasar murah kami gelar setiap hari di 10 titik kelurahan dan rusun untuk melayani masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah agar tetap bisa mengakses pangan dengan harga terjangkau,” tambah Dodot.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok memastikan bahwa ketersediaan pangan di Jakarta tetap aman meski kebutuhan meningkat.

“Ketersediaan beras pada Maret diperkirakan masih cukup, bahkan melampaui kebutuhan bulanan. Jadi secara umum komoditas strategis masih aman,” ujarnya.

Dari sisi harga, fluktuasi antarbulan tercatat terjadi pada bawang putih, daging sapi murni, dan gula pasir yang mengalami kenaikan dari Januari ke Februari. Sebaliknya, harga komoditas hortikultura seperti cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan cabai merah besar justru mengalami penurunan signifikan.

Hasudungan menjelaskan, komoditas hortikultura menjadi perhatian khusus karena bersifat mudah rusak dan tidak dapat disimpan lama. Gangguan distribusi sekecil apa pun dapat memicu kenaikan harga dan berdampak pada inflasi daerah.

“Komoditas hortikultura ini rentan. Sedikit gangguan distribusi bisa langsung memengaruhi harga,” katanya.

Sementara itu, harga komoditas pabrikan seperti minyak goreng dan gula pasir dinilai relatif terkendali. Harga minyak goreng yang sempat mencapai puncak pada Oktober 2025 kini cenderung melandai. Harga daging sapi, ayam potong, dan telur juga menunjukkan tren stabil berkat pengendalian pemerintah pusat dan daerah.

Seluruh proyeksi kebutuhan dan ketersediaan pangan tersebut disusun berdasarkan asumsi jumlah penduduk, tingkat konsumsi per kapita rumah tangga dan nonrumah tangga, serta koefisien peningkatan kebutuhan dari Badan Pangan Nasional dengan dukungan data BUMD pangan.

Melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Pemprov DKI Jakarta terus memantau stok dan perkembangan harga secara rutin guna memastikan lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri tidak memicu gejolak harga maupun gangguan pasokan.

“Dengan proyeksi kenaikan konsumsi yang sudah diantisipasi sejak awal, kami optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan di Jakarta tetap terjaga selama periode hari besar keagamaan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Beras foodstation otoy

Koordinasi Lintas BUMD Pangan Diperkuat Jaga Distribusi dan Ketersediaan Stok

Rabu, 11 Februari 2026 275

Daging Pasar Ciracas Jati

Pasokan Bahan Pangan dan Daging di Jakarta Tetap Terjaga

Selasa, 03 Februari 2026 797

Penyerahan draft raperda pangan ist

Pemprov DKI-DPRD Bahas Langkah Strategis Jawab Tantangan Pemenuhan Pangan

Senin, 02 Februari 2026 542

BERITA POPULER
Warga beri dukungan RDF plant ist

Dukungan RDF Plant Rorotan Datang dari Warga Sekitar

Jumat, 06 Februari 2026 4147

Polusi kendaraan dok

Pramono Ungkap Strategi Atasi Polusi Udara Jakarta

Selasa, 10 Februari 2026 734

ASN pemprov dki jakarta wfa

Terapkan WFA Lebaran, Pramono Pastikan Layanan Publik Tak Terganggu

Rabu, 11 Februari 2026 472

Halte transjakarta cawang sentral otoy2

Transjabodetabek Cawang-Cikarang Resmi Beroperasi

Rabu, 11 Februari 2026 459

Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Iwan Setiawan folmer ist

BI Prediksi Perekonomian Jakarta 2026 Terus Tumbuh

Senin, 09 Februari 2026 703

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks