Kamis, 12 Februari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 353
(Foto: Nugroho Sejati)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta masyarakat penerima manfaat bantuan program pendidikan untuk tidak menggadaikan Kartu Jakarta Pintar (KJP), menjelang bulan puasa.
Ia menyampaikan, akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan penggunaan bantuan sosial pendidikan, termasuk KJP, sesuai peruntukannya.
"KJP untuk tidak digadaikan,"
"Khusus untuk KJP, segera saya akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk tidak digadaikan," ujar Pramono, di Maroedja Sport Park, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (12/2).
Menurut Pramono, KJP bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan instrumen vital yang memiliki prinsip untuk mengubah taraf hidup masyarakat, khususnya bagi warga di lapisan terbawah.
"Karena KJP ini adalah hal yang prinsip untuk bisa mengubah kehidupan masyarakat terutama di lapis terbawah," katanya.
Berdasarkan data BPS, program bantuan jaring pengaman sosial inipun berdampak pada berbagai indikator kesejahteraan masyarakat Jakarta yang menunjukan tren positif. Di antaranya kemiskinan, stunting, dan lainnya.
"Hasil BPS, semua indikator kita berkaitan dengan kemiskinan, stunting, dan sebagainya mengalami perbaikan. Saya meyakini itu karena ada KJP, KJMU, pemutihan ijazah, dan sebagainya," tandas Pramono.