Rabu, 11 Februari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Andry 199
(Foto: Doc)
Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan daging sapi dan ayam dalam kondisi aman menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026. BUMD DKI Jakarta itu juga menyiapkan tambahan pasokan sapi impor guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan.
Kebutuhan daging di Jakarta tergolong besar
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman menyampaikan, stok daging sapi saat ini mencapai 1.246 ton dan daging ayam 435 ton. Selain itu, tersedia 1.594 ekor sapi hidup yang siap dipotong sesuai kebutuhan pasar.
“Insya Allah akhir Februari akan datang lagi 500–600 ekor sapi dari Australia. Jika diperlukan, kami juga memiliki cadangan sekitar 1.000 ekor untuk membantu stabilisasi harga,” ujar Raditya dalam Balkoters Talk bertajuk 'Kesiapan Tiga BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026' di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2).
Raditya menjelaskan, kebutuhan daging di Jakarta tergolong besar. Dalam setahun, kebutuhan daging sapi mencapai sekitar 73.100 ton, sedangkan daging ayam 182.230 ton. Secara konsumsi per kapita, daging sapi berada di kisaran 2,3–5 kilogram per orang per tahun dan ayam sekitar 11 kilogram per orang per tahun.
Menurutnya, permintaan daging justru meningkat selama Ramadan, terutama dari sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka). “Penggunaan terbesar ada di sektor horeka. Restoran saat berbuka puasa hampir selalu penuh. Karena itu, kebutuhan tetap tinggi dan sudah kami perhitungkan dalam perencanaan stok,” katanya.
Sebagai BUMD, Dharma Jaya tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjaga keterjangkauan harga. Daging sapi paha belakang premium dijual sekitar Rp135.000 per kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar yang berkisar Rp139.500–Rp140.000 per kilogram.
“Untuk beberapa jenis potongan lain bahkan bisa lebih rendah. Kami ingin memberikan harga terbaik bagi masyarakat Jakarta,” ujarnya.
Guna mendukung stabilitas pasokan, Dharma Jaya juga memperkuat infrastruktur penyimpanan. Saat ini tersedia fasilitas cold storage berkapasitas 800 ton di Cakung, Jakarta Timur.
Ke depan, sambung Raditya, kapasitas tersebut akan ditingkatkan melalui pembangunan gudang pendingin baru berkapasitas 5.000 ton. Menurutnya, pengendalian pasokan dan harga dilakukan melalui koordinasi dengan dinas terkait, importir, serta pelaku usaha lainnya.
“Di bawah arahan dinas, kami terus berkoordinasi agar pasokan tetap lancar dan harga bisa dikendalikan. Kami siap mendukung stabilitas pangan di Jakarta,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok menambahkan bahwa Pemprov DKI mengelola sembilan rumah potong hewan (RPH) serta memastikan kesiapan gudang dan fasilitas cold storage untuk menjaga rantai pasok tetap aman.
Ia menegaskan, penguatan pasokan protein hewani bertujuan menjaga ketersediaan sekaligus menekan potensi gejolak harga. Sejauh ini, harga daging sapi, ayam, dan telur relatif stabil berkat pengendalian pemerintah pusat dan daerah.
Selain menjaga stok reguler, Dharma Jaya juga terlibat dalam program pangan murah bersubsidi. Melalui program ini, kata Hasudungan, masyarakat dapat memperoleh komoditas seperti daging sapi dan ayam dengan harga di bawah pasar.
“Ini bagian dari intervensi pemerintah agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.