Selasa, 10 Februari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 283
(Foto: Nurito)
Sebanyak 60 usulan dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Subbagian Perencanaan Pembangunan Kota Jakarta Timur, Tulus Ludiyo Setiawan.
"Pembangunan fisik memang sangat dominan"
Musrenbang ini dihadiri Legislator Komisi D DPRD DKI Jakarta, Matnoor Tindoan, Camat Cipayung, Diman, serta sejumlah pejabat lintas sektoral. Selain itu, turut hadir para ketua RW dan RT, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Dasawisma, serta unsur masyarakat lainnya.
Legislator Komisi D DPRD DKI Jakarta, Matnoor Tindoan mengatakan, agar usulan Musrenbang dapat disetujui dan direalisasikan, diperlukan dukungan dari DPRD, khususnya dalam aspek penganggaran.
Ia memastikan, akan mengawal usulan warga Kelurahan Lubang Buaya agar dapat direalisasikan, mengingat dirinya merupakan wakil rakyat dari wilayah tersebut.
"Konsentrasi saya adalah membangun kampung sendiri. Sebagai wakil rakyat selama 20 tahun, prioritas saya adalah membangun wilayah ini," ujarnya, Selasa (10/2).
Menurutnya, apabila aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang dipadukan dengan hasil reses anggota dewan, maka realisasi pembangunan dapat dilakukan lebih cepat.
Usulan yang paling mencuat dalam Musrenbang ini adalah normalisasi Saluran Penghubung TMII beserta perbaikan turapnya.
"Turap saluran ini sering longsor. Kami akan mengawal agar perbaikan bisa dilaksanakan tahun ini," terangnya.
Sementara itu, Lurah Lubang Buaya, Latiful Syamsi menjelaskan, dari total 60 usulan yang diajukan 12 RW, terdiri dari 59 usulan fisik dan satu usulan pengadaan barang.
Ia menambahkan, prioritas utama usulan adalah perbaikan turap dan normalisasi Saluran Penghubung TMII yang berada di wilayah RW 01, RW 08, dan RW 09 dengan panjang sekitar 1,7 kilometer.
"Usulan pembangunan fisik memang sangat dominan, terutama terkait perbaikan saluran air. Kami berharap usulan ini dapat direalisasikan tahun ini karena sifatnya sangat mendesak," bebernya.
Sementara itu, Humas Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Bambang Sumadi berharap agar usulan perbaikan turap dan normalisasi Saluran Penghubung TMII dapat segera direalisasikan.
"Setiap hujan deras, Saluran Penghubung TMII sering meluap dan menggenangi area pesantren dengan ketinggian air sekitar satu meter," tandasnya.