Senin, 09 Februari 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 68
(Foto: Nugroho Sejati)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Senin (9/2), mengunjungi Pasar dan Halte Transjakarta Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kunjungan itu dalam rangka mengecek penanganan banjir di lokasi tersebut.
"Saya sengaja berkunjung ke Pasar Cipulir karena saya tahu, di pasar ini kalau hujan, banjir masuk ke dalam pasar. Ini juga saya mau tahu," katanya.
'Berupaya secepatnya untuk bisa menangani,"
Dijelaskan Rano, kondisi pasar mengalami banjir saat terjadi hujan deras lantaran secara geografi berada pada titik terendah di sepanjang Jalan Ciledug Raya. Hal itu ditambah letak Pasar Cipulir dikelilingi oleh Kali Pesanggrahan
Karena itu, kondisi banjir hingga viral di media sosial menurut Rano tidak hanya terjadi kali ini saja dan sudah berulang. Banjir akibat luapan dari Kali Pesanggrahan itu dipicu air kiriman dari Bendung Katulampa maupun siklus tahunan saat terjadi musim penghujan.
"Namun, banjir tahun ini mengakibatkan turap kali dekat akses masuk pasar amblas. Situasi itu memperparah kondisi genangan yang terjadi di kawasan pasar," ungkap Rano.
Terkait kondisi ini, Rano mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan segera melakukan penanganan.
Sebagai upaya jangka pendek, Rano menjelaskan, Dinas Sumber Daya Air akan menempatkan satu unit pompa mobile untuk memompa air yang menggenangi kawasan pasar ke Kali Pesanggrahan.
"Perbaikan bagian turap baru bisa dilaksanakan setelah musim penghujan rampung yang diperkirakan berlangsung hingga Maret mendatang," ungkap Rano.
Dilanjutkan Rano, perbaikan turap nantinya akan dilakuan seperti bagian sisi seberang sungai dari lokasi Pasar Cipulir yang telah diperkuat bronjong. Sedangkan sebagai solusi strategis, ada kemungkinan dibangun rumah pompa baru di kawasan tersebut.
"Kita akan berupaya secepatnya untuk bisa menangani, karena kita sadar sebentar lagi puasa, juga hari raya," tegasnya.
Sedangkan peninjauan terhadap Halte Transjakarta Cipulir, dilakuan lantaran belakangan ini viral di media sosial eskalator halte tidak berfungsi. Saat terjadi viral, Rano mengaku menghubungi pihak Transjakarta untuk segera memperbaiki.
Menurut Rano, eskalator di halte itu sangat bermanfaat lantaran letak halte berada di ketinggian. Agar bisa menjangkau halte di jalur Transjakarta layang, selama ini masyarakat harus naik tangga setinggi lima lantai bangunan.
Kondisi ini, menurut Rano, wajar dikeluhkan masyarakat lantaran sangat memberatkan, terutama bagi lansia dan ibu-ibu yang berbelanja di Pasar Cipulir. Ia bersyukur, saat ini kondisi eskalator telah kembali beroperasi normal.
"Alhamdulillah, eskalator telah berfungsi kembali. Mudah-mudahan ini bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Cipulir dan sekitar. Tinggal kita menjaga dan merawatnya," pungkas Rano.