Senin, 09 Februari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 195
(Foto: Nurito)
Sebanyak 25 usulan dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto.
"Banyak kerusakan infrastruktur"
Kusmanto mengatakan, usulan fisik masih mendominasi dalam Musrenbang Kelurahan Dukuh. Hal tersebut disebabkan setiap tahun selalu terjadi kerusakan infrastruktur, seperti turap ambrol atau longsor, sedimentasi pada saluran air, serta kerusakan jalan berupa lubang dan gelombang.
"Sejak awal Januari hingga saat ini, Jakarta sering diguyur hujan sehingga menyebabkan banyak kerusakan infrastruktur," ujarnya, Senin (9/2).
Ia berharap, seluruh usulan masyarakat dapat direalisasikan dengan catatan ketersediaan anggaran mencukupi. Namun, ia juga mengingatkan agar masyarakat memastikan bahwa objek yang diusulkan merupakan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
"Kalau bukan milik Pemprov DKI, kita tidak dapat melakukan pekerjaan yang diusulkan," terangnya.
Lurah Dukuh, Riswanto menjelaskan, usulan yamg disampaikan terdiri dari 23 usulan fisik dan dua usulan barang. Rinciannya, sebanyak 11 usulan terkait Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), delapan usulan kepada Suku Dinas Bina Marga, empat usulan kepada Suku Dinas Perhubungan, satu usulan kepada Suku Dinas Pendidikan, serta satu usulan kepada Suku Dinas Kebudayaan.
"Usulan yang paling dominan adalah perbaikan saluran air karena banyak yang rusak akibat intensitas hujan yang cukup tinggi belakangan ini," ungkapnya.
Ia menuturkan, dari 23 usulan fisik tersebut, salah satunya adalah pembangunan saluran air di Jalan Simanoar RW 04 dan Jalan Penggilingan RW 03.
"Usulan ini disampaikan karena kedua lokasi ini kerap mengalami genangan saat hujan deras," bebernya.
Sementara itu, Ketua RW 04, Kelurahan Dukuh, Tri Wulantoro mengaku mengusulkan perbaikan saluran air di Jalan Simanoar sepanjang kurang lebih 200 meter.
"Kondisi eksisting saluran air sangat kecil dan hanya berupa plesteran yang dibangun lebih dari 50 tahun lalu. Kami berharap segera dilakukan revitalisasi menggunakan beton U-ditch seperti pada umumnya," tandasnya.