Minggu, 08 Februari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 378
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Sebanyak 600 personel gabungan melaksanakan kerja bakti bertajuk Jaga Jakarta Bersih di Jalan Inspeksi Kali Ciliwung, RW 07, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.
"Pengerukan sedimen lumpur dan sampah"
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan, kerja bakti massal tersebut dipusatkan di tiga titik di wilayah Kelurahan Rawajati. Kegiatan ini melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) serta unsur pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, kerja bakti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama saat memasuki musim penghujan seperti sekarang. Terlebih, sedimen di Kali Ciliwung sudah cukup tinggi.
"Kami lakukan pengerukan sedimen lumpur dan sampah. Selain itu, sebagian personel juga ditugaskan membersihkan lingkungan permukiman warga," terangnya.
Anwar menuturkan, permasalahan banjir dan genangan kerap terjadi akibat kerusakan pompa air yang disebabkan tumpukan sampah, khususnya sampah plastik yang tersangkut.
"Kami berharap masyarakat dapat memahami pentingnya tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik yang sulit terurai," ucapnya.
Selain di kawasan Kali Ciliwung, lanjut Anwar, kerja bakti juga dilaksanakan di seluruh wilayah kecamatan dan kelurahan. Tercatat sekitar 250 saluran penghubung (Phb) dikeruk serentak hari ini.
"Saluran PHB memiliki peranan penting dalam sistem drainase. Namun, tantangan di lapangan adalah banyaknya utilitas di bawah saluran, seperti kabel serat optik, pipa, dan infrastruktur lainnya yang kerap menghambat aliran air," bebernya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo menambahkan, kerja bakti skala besar tersebut melibatkan 600 personel, dua unit ekskavator, serta lima unit dump truck untuk mengangkut sedimen, sampah, dan lumpur.
"Kami juga dibantu masing-masing unit truk dari unsur teknis terkait, seperti Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Lingkungan Hidup, Bina Marga, serta lainnya," ucapnya.
Santo memaparkan, kendala utama pada rumah dan mesin pompa adalah sampah. Untuk itu, mesin pompa harus dilengkapi dengan saringan sampah agar dapat beroperasi optimal dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.
"Melalui adanya saringan sampah, pompa dapat beroperasi sesuai standar dan aliran air bisa diatur dengan baik," imbuhnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air.
"Kerja bakti ini dilakukan secara rutin, namun partisipasi aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam menjaga kebersihan lingkungannya," tandasnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan kerja bakti turut diikuti Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris; Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana; Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Fajar Sauri; Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi I Putu Yuni Setiawan; serta Komandan Distrik Militer 0504/Jakarta Selatan, Letnan Kolonel (Inf) Amaraldo Cornelius.