Angka Kemiskinan di Jakarta Turun 0,25 Persen

Kamis, 05 Februari 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 2757

Food station pasar murah doc

(Foto: Doc)

Badan Pusat Statistik DKI Jakarta mencatat, angka kemiskinan di Jakarta pada September 2025 menurun sekitar 0,25 persen dibanding Maret tahun yang sama

Kepala Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, Kadarmanto mengatakan, persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 4,03 persen atau turun 0,25 persen poin dibandingkan medio Maret 2025 yang sebesar 4,28 persen.

Selain persentase turun, jumlah warga miskin di Jakarta berkurang.

"Selain persentase turun, jumlah warga miskin di Jakarta berkurang. Pada September 2025 tercatat 439,12 ribu warga miskin atau turun 25,75 ribu dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 464,87 ribu orang," ujar Kadarmanto, Kamis (5/2). 

Ia mengungkapkan, pihaknya mencatat jumlah penduduk miskin di Jakarta pada September 2025 merupakan yang terendah sejak pandemi COVID-19. 

"Sementara berdasarkan data persentase kemiskinan pada September 2024 di angka 4,14 persen turun menjadi 4,13 persen atau turun 0,11 persen di bulan serupa 2025," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, penurunan ini menunjukkan pemulihan ekonomi Jakarta mulai berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal ini terlihat dari sisi pengeluaran, Garis Kemiskinan (GK) DKI Jakarta pada September 2025 sebesar Rp 897.768 per kapita setiap bulan atau naik 5,28 persen dibandingkan Maret 2025. 

"Garis kemiskinan DKI Jakarta didominasi oleh kebutuhan makanan sebesar 69,30 persen atau Rp 622.175 per kapita setiap bulan; Kebutuhan bukan makanan setiap bulan sebesar 30,70 persen atau Rp 275.593 per kapita. Sehingga rata-rata pengeluaran minimum rumah tangga miskin yang memiliki lima orang mencapai Rp 4,57 juta per bulan," jelasnya. 

Ia menambahkan, penurunan angka kemiskinan di Jakatta tidak terlepas perekonomian Jakarta mengalami pertumbuhan 1,62 persen sepanjang tahun 2025; meningkatkan pengeluaran masyarakat 3,4 persen; tingkat pengangguran menurun dari 6,18 persen menjadi 6,05 persen serta inflasi relatif terkendali sehingga daya beli masyarakat terjaga. 

"Berbagai program bantuan sosial dari pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta juga berperan menekan angka kemiskinan, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga Program Makan Bergizi Gratis," ungkapnya.

BERITA TERKAIT
BPS DKI Catat Inflasi Bulan November 2025 di Angka 0,33 Peraen

BPS DKI Catat Inflasi Desember 2025 di Angka 0,33 Persen

Selasa, 06 Januari 2026 1197

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 1233

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 8695

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3290

Syafrin Tinjau Lokbin dan Pasar Jaya Pasar Minggu

Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

Senin, 27 Juli 2026 2492

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1570

Pelantikan dpp forkabi rezap2

Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

Jumat, 24 Juli 2026 2801

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks