Legislator Tegaskan OMC Dilakukan dengan Kajian Matang

Kamis, 29 Januari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 137

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

(Foto: Istimewa)

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menyampaikan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah melalui kajian yang matang dan tidak dilakukan tanpa perhitungan dampak ke depan.

"Tidak mungkin dilakukan tanpa pertimbangan dampak lingkungan,"

Menurut Yuke, Pemprov DKI melakukan OMC bukan sekadar upaya untuk mengurangi atau “memundurkan” hujan, melainkan bagian dari strategi mitigasi bencana agar pemerintah memiliki waktu untuk melakukan langkah antisipasi di lapangan.

“OMC pasti sudah dikaji. Tidak mungkin dilakukan tanpa pertimbangan dampak lingkungan maupun siklus alam. Tujuannya bukan menunda hujan lalu menimbulkan masalah di kemudian hari, tetapi memberi waktu untuk mitigasi,” jelas Yuke, Kamis (29/1).

Menurutnya, jeda waktu yang dihasilkan dari OMC dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan langkah-langkah darurat, seperti penguatan tanggul sementara, pemasangan bronjong, hingga penanganan titik-titik rawan banjir sebelum curah hujan kembali meningkat.

“Paling tidak kita bisa ‘ambil napas’ sebentar untuk menyiapkan langkah antisipasi, supaya ketika hujan datang lagi dampaknya tidak semakin parah,” katanya.

Meski demikian, Yuke menegaskan, bahwa OMC tidak bisa dijadikan satu-satunya solusi pengendalian banjir. Selain membutuhkan biaya yang besar, kebijakan ini juga harus didasarkan pada penelitian, kajian teknis, serta koordinasi yang matang dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Tidak semua hal bisa kita andalkan dari modifikasi cuaca. Pemprov tentu menentukan waktu pelaksanaan OMC berdasarkan kajian dan koordinasi dengan BMKG,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yuke menilai, Pemprov DKI telah melakukan berbagai upaya dalam mengoptimalkan infrastruktur pengendali banjir, mulai dari perbaikan drainase skala mikro, pembangunan waduk dan polder, hingga penguatan tanggul pantai.

Namun ke depan, ia menekankan, pentingnya perhatian serius terhadap saluran air di kawasan permukiman padat penduduk yang kerap menjadi sumber persoalan.

“Justru di permukiman padat, masalahnya sering ada di saluran-saluran kecil. Sungai besar kita bermasalah, kali-kali kecil juga harus benar-benar diperhatikan dan dicarikan solusinya,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 618

Antisipasi Cuaca Ekstrem Esok Hari, Pemprov DKI Siapkan OMC

Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

Senin, 26 Januari 2026 819

Gubernur DKI Jakarta bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum meninjau Pintu Air Cengkareng Drain

Infrastruktur Pengendali Banjir Cengkareng Drain Dipastikan Optimal

Jumat, 23 Januari 2026 609

Hujan Lebat dan Merata Diprediksi Guyur Jakarta Hari Ini

Pramono Ungkap Curah Hujan Tinggi di Jakarta Capai 267 Milimeter per Hari

Jumat, 23 Januari 2026 522

BERITA POPULER
Transjakarta Pastikan Seluruh Layanan Kembali Normal

Transjakarta Pastikan Seluruh Layanan Kembali Normal

Minggu, 25 Januari 2026 2549

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1184

Cuaca berawan menaungi wilayah Jakarta hari ini

Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

Senin, 26 Januari 2026 1013

Petugas Dishub mengangkut motor yang parkir liar di depan Pasar Cipulir

Sudinhub Jaksel Tindak Parkir Liar di Jalan Ciledug Raya

Rabu, 28 Januari 2026 596

Pengendara motor mengenakan jas hujan melintas di jalan saat cuaca hujan

Hujan Bakal Basahi Jakarta Hari Ini

Rabu, 28 Januari 2026 666

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks