Kamis, 29 Januari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 101
(Foto: Andri Widiyanto)
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota Jakarta Timur menargetkan sterilisasi terhadap 2.200 ekor kucing sepanjang tahun 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 dengan jumlah 2.000 ekor kucing.
"Optimistis target tahun ini bisa tercapai"
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto optimistis target tahun ini akan tercapai. Laju pertumbuhan populasi kucing, terutama kucing liar, masih cukup tinggi sehingga program sterilisasi menjadi langkah penting dalam pengendalian populasi.
"Tahun lalu berhasil terealisasi 2.314 ekor kucing. Kami optimistis target tahun ini bisa tercapai, bahkan lebih," ujarnya, Kamis (29/1).
Taufik merinci, dari total target tahun ini terdiri dari 1.700 ekor kucing jantan dan 500 ekor kucing betina. Untuk pelaksanaan sterilisasi kucing jantan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai komunitas dan klinik hewan, seperti Komunitas Pecinta Kucing Sehati (KPKS), Let’s Adopt, serta sejumlah mitra lainnya.
"Untuk sterilisasi kucing betina dilakukan melalui kerja sama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Kolaborasi dengan komunitas dan tenaga profesional sangat membantu percepatan dan efektivitas program sterilisasi ini," terangnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Theresia Ellita menambahkan, program sterilisasi tahun 2026 diawali dengan kegiatan Trap-Neuter-Return (TNR) di Pasar Induk Kramat Jati pada 28 Januari lalu dengan target sebanyak 200 ekor kucing liar.
"Setiap kegiatan sterilisasi kami melibatkan sekitar 30 personel gabungan. Mereka dibagi sesuai tugas masing-masing," bebernya.
Menurutnya, proses sterilisasi kucing jantan memerlukan waktu sekitar 20-30 menit per ekor setelah pembiusan. Sementara itu, kucing betina membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 30-40 menit.
"Melalui sterilisasi ini kita ingin populasi kucing di Jakarta Timur dapat terkendali," tandasnya.