Rabu, 28 Januari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 163
(Foto: Nurito)
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Timur bekerja sama dengan Komunitas Let’s Adopt dan Perumda Pasar Jaya melakukan sterilisasi kucing liar di Pasar Induk Kramat Jati dengan metode Trap-Neuter-Return (TNR).
"Saat ini baru 70 ekor"
Kegiatan ini melibatkan 30 personel gabungan yang terdiri petugas dari Sudin KPKP Jakarta Timur, pengelola Pasar Induk Kramat Jati, serta relawan dari Komunitas Let’s Adopt.
Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan menangkap kucing-kucing liar yang berada di area pasar. Selanjutnya, kucing yang tertangkap dibawa ke klinik hewan di wilayah Duren Sawit untuk dilakukan sterilisasi.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Timur, Theresia Ellita mengatakan, kegiatan TNR ini merupakan upaya pengendalian populasi kucing liar, khususnya di kawasan Pasar Induk Kramat Jati.
"Berdasarkan hasil analisis di lapangan, terdapat sekitar 200 ekor kucing liar. Namun, saat ini baru 70 ekor yang berhasil ditangkap untuk dilakukan sterilisasi," ujarnya, Rabu (28/1).
Theresia menjelaskan, kegiatan TNR akan kembali dilanjutkan pada pekan depan guna mencapai target sterilisasi sekitar 200 ekor kucing. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap karena keterbatasan lahan untuk tempat pemulihan kucing pascasterilisasi.
"Kami harus menunggu proses sterilisasi selesai terlebih dahulu karena lokasi untuk penanganan kucing yang telah disterilisasi cukup terbatas," terangnya.
Ia menambahkan, kucing liar yang telah menjalani proses sterilisasi nantinya akan dikembalikan lagi ke area Pasar Induk Kramat Jati pada hari Sabtu mendatang.
Theresia berharap, melalui kegiatan TNR ini, populasi kucing liar di kawasan tersebut dapat ditekan secara signifikan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang kucing di area pasar agar program pengendalian populasi dapat berjalan optimal.
"Ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian rabies serta untuk mempertahankan DKI Jakarta tetap bebas rabies," tandasnya.