Kamis, 22 Januari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 232
(Foto: Reza Pratama Putra)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri olahraga, termasuk penyelenggaraan acara FIFA World Cup Trophy Tour di Jakarta.
"Kami memberikan support, dukungan sepenuhnya,"
Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara penyambutan FIFA World Cup Trophy Tour by Coca-cola di JICC Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/1).
"Kami memberikan support, dukungan sepenuhnya," ujar Pramono.
Ia berharap, acara ini membuat masyarakat Indonesia bisa merasakan pengalaman menyaksikan trofi Piala Dunia di Jakarta. Pramono pun menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kunjungan tur trofi Piala Dunia di Indonesia ini.
"Mudah-mudahan acara ini betul-betul membuat publik Indonesia dan publik Jakarta, mereka merasa walaupun Indonesia belum pernah menjadi juara World Cup, minimal pernah melihat pada hari ini," katanya.
Dengan populasi hingga 15 juta jiwa pada waktu kerja, Jakarta menjadi lokasi yang potensial untuk dikunjungi FIFA World Cup Trophy Tour karena memiliki pangsa pasar yang besar.
Pramono pun menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing serta menjadi venue berbagai acara pertandingan internasional.
Menurutnya, fasilitas yang dimiliki Jakarta siap untuk mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga, terutama sepakbola.
"Jakarta di Asia, di South East Asia, dibandingkan dengan negara-negara lain, fasilitas olahraganya, terutama sepak bolanya, kami yakin enggak kalah dengan yang lain. Silakan dicoba, ada GBK, ada JIS, dan sebagainya yang sekarang siap untuk digunakan," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir menyambut kunjungan FIFA World Cup Trophy Tour serta kehadiran legenda sepak bola Brasil, Gilberto Silva di Jakarta.
Dalam kesempatan ini, Erick mengapresiasi peran sektor swasta yang turut membangun industri olahraga dan pariwisata olahraga di Indonesia. Ia juga mendukung adanya berbagai kegiatan olahraga yang turut mendorong indeks kesehatan masyarakat, mengingat angkanya baru 15 persen.
"Padahal jumlah pemuda di Indonesia, generasi yang termuda ini sangat amat banyak. Artinya ini sebuah yang harus memang kita dorong bersama-sama," lanjut Erick.
Karena itu, Kemenpora akan mendukung penuh berbagai kegiatan olahraga yang diselenggarakan baik di Jakarta maupun daerah lainnya. Pengembangan industri olahraga ini diyakininya akan mendorong peningkatan investasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
"Jadi dengan segala tangan terbuka, kita akan lebih berkolaborasi dengan institusi manapun, baik pemerintah daerah, investasi luar, sektor swasta, dan perusahaan asing yang menjadi partner kita. Ini sebuah hal yang positif kita bisa lakukan," tandasnya.