Rabu, 14 Januari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 230
(Foto: Anita Karyati)
Perbaikan plafon ambrol di lantai empat SDN Pademangan Timur 05, Jalan Pademangan VI, RT 15/01, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, kini hampir rampung.
Progres perbaikan saat ini telah mencapai sekitar 95 persen.
"Mempercepat proses perbaikan"
Kepala SDN Pademangan Timur 05, Eka Bahari mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di ruang kelas VI yang berada di lantai empat gedung sekolah. Plafon berbahan gipsum tidak mampu menahan rembesan air hujan yang meluap dari talang atap akibat intensitas hujan yang sangat tinggi pada Senin (12/1).
"Waktu itu hujannya sangat deras. Talang air di tengah atap tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke kiri dan kanan. Air masuk ke plafon, gipsumnya menjadi berat, lalu ambrol," ujarnya, Rabu (14/1).
Eka memastikan tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Pihak sekolah segera mengevakuasi seluruh peserta didik setelah melihat tanda-tanda awal kerusakan, seperti munculnya retakan dan rembesan air dari plafon.
"Saat itu anak-anak baru selesai makan pagi MBG. Begitu hujan sangat deras dan air mulai mengalir, kami langsung mengevakuasi mereka ke lantai bawah. Prinsip kami, keselamatan peserta didik adalah yang utama," terangnya.
Ia menambahkan, perbaikan dilakukan secara intensif dengan melibatkan jajaran internal sekolah serta dukungan dari Polsek Pademangan. Bantuan berupa material dan personel sangat membantu dalam proses pembersihan puing dan pemasangan plafon baru.
"Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan kehadiran jajaran Polsek Pademangan. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat karena bantuan ini mempercepat proses perbaikan," ungkapnya.
Menurutnya, selain memperbaiki plafon yang rusak, pihak sekolah juga melakukan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satunya dengan menambah saluran pembuangan air dari atap agar air hujan dapat langsung mengalir dan tidak kembali meluap.
"Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Saluran air sudah kami tambah dan instalasi listrik juga sudah dicek agar benar-benar aman untuk anak-anak," bebernya.
Selama proses perbaikan, lanjut Eka, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari.
"Hari ini kami fokus gladi bersih dan merapikan seluruh area. Insyaallah besok anak-anak sudah bisa kembali belajar tatap muka," tandasnya.