Rabu, 14 Januari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 438
(Foto: Istimewa)
Progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 89,22 persen hingga akhir Desember 2025. Sejumlah struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung telah tersambung.
"memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan,"
Pekerjaan track work sudah mencapai 4,7 kilometer dari total 12,8 kilometer lintasan. Sementara pekerjaan arsitektural serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) tengah berlangsung di Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai.
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menargetkan progres pembangunan mencapai deviasi sebesar 92 persen pada triwulan I tahun 2026, sebagai bagian dari tahapan menuju target penyelesaian pada Agustus 2026.
“Kondisi ini seiring dengan kesiapan sistem, sarana-prasarana, serta integrasi layanan transportasi publik lainnya,” ujar Dian Takdir Badrsyah, Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis PT Jakpro, Rabu (14/1).
Ia mengungkapkan, salah satu capaian krusial yang turut menjadi perhatian adalah tersambungnya perlintasan jalur layang kereta di atas Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono pada 9 Januari 2026.
Dian menyampaikan, bentang girder sepanjang 120 meter tersebut merupakan titik krusial dengan tantangan kompleks karena melintas di atas jalan tol aktif tanpa penutupan total. Konstruksi dilakukan dengan metode balanced cantilever, sehingga presisi struktur tetap terjaga dengan gangguan lalu lintas yang minimal.
“Keberhasilan ini menandai tersambungnya jalur layang LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka, yang menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat,” katanya.
Dian menegaskan, komitmen Jakpro untuk memastikan pembangunan berjalan tepat waktu, aman, dan berkualitas. Ia menilai, LRT Jakarta Fase 1B merupakan proyek prioritas yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas transportasi publik dan daya saing Jakarta.
“Jakpro berkomitmen memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi teknis, keselamatan, maupun kesiapan operasional,” ucapnya.
Secara kolektif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B ditargetkan mampu melayani hingga 18 juta penumpang pada tahun 2028, sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi karbon perkotaan melalui penggunaan transportasi publik berbasis listrik.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BPBUMD dan Jakpro menegaskan komitmen bersama untuk mengawal progres dan kesiapan operasional LRT Jakarta Fase 1B agar berjalan sesuai target, serta menjadi fondasi penting dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang andal, terintegrasi, dan berdaya saing global bagi Jakarta.