Selasa, 13 Januari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 141
(Foto: Anita Karyati)
Pasukan Hijau Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Utara berhasil mengevakuasi 29 pohon tumbang dan sempal akibat hujan deras yang disertai angin kencang yang terjadi Senin (12/1) kemarin.
"Agar tidak menganggu mobilitas"
Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Suku Dinas Tamhut Jakarta Utara, Habib Prabandoko mengatakan, seluruh laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
"Kami menerima total 29 laporan kejadian sejak pagi hingga sore hari dan seluruhnya sudah kami tangani dengan cepat," ujarnya, Selasa (13/1).
Habib menjelaskan, jenis pohon yang tumbang maupun sempal cukup beragam, antara lain angsana, mahoni, trembesi, mangga, petai cina, beringin, hingga bambu. Diameter pohon berkisar 10-60 sentimeter dengan ketinggian sekitar 12-25 meter.
"Pohon tumbang terjadi di jalan utama, kawasan permukiman, taman, hingga area pemakaman umum. Petugas bergerak berdasarkan skala prioritas, terutama pada lokasi yang berpotensi mengganggu keselamatan warga dan kelancaran lalu lintas," terangnya.
Menurutnya, dalam seluruh kejadian pohon tumbang tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materi yang signifikan. Hanya satu kejadian yang mengenai fasilitas umum, yakni tiang lampu di Taman GG CC, Kelurahan Rawa Badak Utara.
"Alhamdulillah, seluruhnya sudah berhasil kami evakuasi. Terutama, agar tidak menganggu mobilitas atau aktivitas warga," terangnya.
Ia memaparkan, untuk memastikan penanganan berjalan optimal, Suku Dinas Tamhut Jakarta Utara mengerahkan seluruh personel serta armada yang dimiliki, serta berkolaborasi dengan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di wilayah setempat.
"Total kami mengerahkan 56 personel yang dibagi dalam tim di setiap kecamatan dan satu tim pembantu. Armada yang kami miliki ada sembilan unit, termasuk kendaraan pengangkut sampah sisa penanganan pohon," bebernya.
Habib mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras dan angin kencang. Warga juga diminta aktif melaporkan jika menemukan pohon yang berpotensi tumbang.
"Kami mengimbau warga agar lebih waspada terhadap potensi pohon tumbang, khususnya saat cuaca ekstrem. Jika melihat pohon yang miring, lapuk, atau membahayakan, segera laporkan kepada petugas," ajaknya.
Sementara itu, warga sekaligus pengurus RPTRA Sungai Bambu, Dewa (35) menyampaikan apresiasi atas respons cepat petugas dalam menangani pohon beringin di wilayahnya yang tumbang.
"Kami sangat mengapresiasi respons cepat petugas. Pohon beringin berdiameter sekitar 60 sentimeter yang tumbang langsung ditangani. Sehingga, area RPTRA kembali aman dan nyaman digunakan warga," tandasnya.