TIM Catat 67.198 Kunjungan Selama Periode Libur Nataru

Rabu, 07 Januari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 1124

 TIM Catat 67.198 Kunjungan Selama Periode Libur Nataru

(Foto: Nugroho Sejati)

Taman Ismail Marzuki (TIM) semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi alternatif wisata berbasis rekreasi, budaya, dan pendidikan di kota Jakarta.

"mempertegas posisi Taman Ismail Marzuki sebagai ruang publik strategis,"

Terbukti, selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta libur sekolah, kawasan seni dan budaya yang dikelola PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat, seiring meningkatnya minat publik terhadap wisata edukatif dan ruang publik yang menawarkan pengalaman bermakna.

Tercatat, total kunjungan masyarakat ke kawasan TIM mencapai 67.198 pengunjung, pada 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Salah satu magnet utama kunjungan masyarakat adalah Teater Bintang Planetarium Jakarta, yang mencatat lebih dari 5.500 pengunjung. Penjualan tiket Planetarium Jakarta habis terjual secara konsisten baik melalui pembelian daring maupun pembelian langsung di lokasi.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin mengatakan, angka ini mencerminkan tingginya aktivitas publik di kawasan yang kini berkembang tidak hanya sebagai pusat seni pertunjukan, tetapi juga sebagai ruang interaksi budaya, pendidikan, dan rekreasi bagi masyarakat Jakarta.

Ia menyampaikan, lonjakan kunjungan selama musim liburan ini menjadi indikator kuat perubahan preferensi wisata masyarakat perkotaan, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa ruang-ruang edukasi sains, seni, dan budaya masih menjadi magnet utama bagi warga Jakarta maupun wisatawan domestik dari wilayah sekitar.

“Keberhasilan ini mempertegas posisi Taman Ismail Marzuki sebagai ruang publik strategis dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global berbasis budaya dan pengetahuan,” ujarnya, Rabu (7/1).

Iwan menjelaskan, tingginya minat masyarakat terhadap Planetarium Jakarta mencerminkan tingginya minat wisata berbasis sains dan teknologi di Jakarta, khususnya di kalangan keluarga dan pelajar, yang kini lebih memprioritaskan pengalaman belajar yang interaktif dan bernilai edukatif.

Menurutnya, angka lebih dari 5.500 pengunjung Planetarium Jakarta bukan sekadar statistik, melainkan indikator bahwa wisata edukasi memiliki daya pikat yang sangat kuat dalam mendorong pariwisata Jakarta yang berkualitas.

“Capaian ini menunjukkan tren positif terhadap wisata edukasi sains di tengah masyarakat. Fasilitas seperti Planetarium TIM memainkan peran krusial sebagai jembatan literasi sains yang dapat diakses oleh masyarakat luas,” katanya.

Selain aktivasi Planetarium Jakarta, kawasan TIM selama musim liburan juga diramaikan oleh berbagai kegiatan, mulai dari konser musik, event komunitas, konferensi, pameran, hingga beragam program seni dan budaya lintas disiplin.

“Rangkaian aktivitas tersebut turut menghidupkan kawasan TIM sebagai ruang publik yang dinamis dan inklusif,” ucapnya.

Iwan mengatakan, penguatan ekosistem TIM juga ditandai dengan hadirnya Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated, yang resmi dibuka sebagai akomodasi berkonsep seni dan budaya. Jakpro menggandeng Artotel Group untuk menghadirkan hotel bertema ‘Cultural Symphony, Artistic Hospitality’ yang dirancang oleh arsitek ternama Indonesia, Andra Matin.

Dengan total 139 kamar serta berbagai fasilitas penunjang, Paviliun Raden Saleh diharapkan menjadi pilihan strategis bagi seniman, budayawan, pekerja kreatif, dan pemangku kepentingan dalam mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya di TIM.

Menurut Iwan, kolaborasi lintas sektor ini semakin memperkuat posisi Taman Ismail Marzuki sebagai pusat seni dan budaya bertaraf nasional hingga internasional.

Ia menambahkan, keberhasilan Taman Ismail Marzuki selama musim liburan ini diharapkan menjadi fondasi bagi inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan destinasi wisata Jakarta yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pengetahuan.

“Kami mendorong TIM tidak hanya sebagai pusat pertunjukan, tetapi sebagai ekosistem kreatif yang hidup dan berkelanjutan. Integrasi antara Planetarium Jakarta, ruang-ruang seni budaya, serta fasilitas pendukung seperti Paviliun Raden Saleh merupakan bagian dari komitmen Jakpro dalam membangun ruang publik yang relevan dengan kebutuhan kota modern,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Wisata Edukasi Teater Bintang Planetarium, Taman Ismail Marzuki

Jakpro Apresiasi Antusiasme Pengunjung Planetarium Jakarta

Senin, 05 Januari 2026 1761

Distribusi tiket Planetarium diawasi ketat cegah praktik pungli

Cegah Praktik Percaloan, Distribusi Tiket Planetarium Diawasi Ketat

Jumat, 02 Januari 2026 1306

Pramono Buka Festival Jakarta Panen Buku 2025

Wujudkan Kota Literasi, Pramono Buka Festival Jakarta Panen Buku 2025

Selasa, 16 Desember 2025 1119

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 5813

Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 5580

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 1215

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1510

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2013

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks