Rabu, 07 Januari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 300
(Foto: Nugroho Sejati)
Taman Ismail Marzuki (TIM) semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi alternatif wisata berbasis rekreasi, budaya, dan pendidikan di kota Jakarta.
"mempertegas posisi Taman Ismail Marzuki sebagai ruang publik strategis,"
Terbukti, selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta libur sekolah, kawasan seni dan budaya yang dikelola PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat, seiring meningkatnya minat publik terhadap wisata edukatif dan ruang publik yang menawarkan pengalaman bermakna.
Tercatat, total kunjungan masyarakat ke kawasan TIM mencapai 67.198 pengunjung, pada 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Salah satu magnet utama kunjungan masyarakat adalah Teater Bintang Planetarium Jakarta, yang mencatat lebih dari 5.500 pengunjung. Penjualan tiket Planetarium Jakarta habis terjual secara konsisten baik melalui pembelian daring maupun pembelian langsung di lokasi.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Iwan Takwin mengatakan, angka ini mencerminkan tingginya aktivitas publik di kawasan yang kini berkembang tidak hanya sebagai pusat seni pertunjukan, tetapi juga sebagai ruang interaksi budaya, pendidikan, dan rekreasi bagi masyarakat Jakarta.
Ia menyampaikan, lonjakan kunjungan selama musim liburan ini menjadi indikator kuat perubahan preferensi wisata masyarakat perkotaan, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa ruang-ruang edukasi sains, seni, dan budaya masih menjadi magnet utama bagi warga Jakarta maupun wisatawan domestik dari wilayah sekitar.
“Keberhasilan ini mempertegas posisi Taman Ismail Marzuki sebagai ruang publik strategis dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global berbasis budaya dan pengetahuan,” ujarnya, Rabu (7/1).
Iwan menjelaskan, tingginya minat masyarakat terhadap Planetarium Jakarta mencerminkan tingginya minat wisata berbasis sains dan teknologi di Jakarta, khususnya di kalangan keluarga dan pelajar, yang kini lebih memprioritaskan pengalaman belajar yang interaktif dan bernilai edukatif.
Menurutnya, angka lebih dari 5.500 pengunjung Planetarium Jakarta bukan sekadar statistik, melainkan indikator bahwa wisata edukasi memiliki daya pikat yang sangat kuat dalam mendorong pariwisata Jakarta yang berkualitas.
“Capaian ini menunjukkan tren positif terhadap wisata edukasi sains di tengah masyarakat. Fasilitas seperti Planetarium TIM memainkan peran krusial sebagai jembatan literasi sains yang dapat diakses oleh masyarakat luas,” katanya.
Selain aktivasi Planetarium Jakarta, kawasan TIM selama musim liburan juga diramaikan oleh berbagai kegiatan, mulai dari konser musik, event komunitas, konferensi, pameran, hingga beragam program seni dan budaya lintas disiplin.
“Rangkaian aktivitas tersebut turut menghidupkan kawasan TIM sebagai ruang publik yang dinamis dan inklusif,” ucapnya.
Iwan mengatakan, penguatan ekosistem TIM juga ditandai dengan hadirnya Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated, yang resmi dibuka sebagai akomodasi berkonsep seni dan budaya. Jakpro menggandeng Artotel Group untuk menghadirkan hotel bertema ‘Cultural Symphony, Artistic Hospitality’ yang dirancang oleh arsitek ternama Indonesia, Andra Matin.
Dengan total 139 kamar serta berbagai fasilitas penunjang, Paviliun Raden Saleh diharapkan menjadi pilihan strategis bagi seniman, budayawan, pekerja kreatif, dan pemangku kepentingan dalam mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya di TIM.
Menurut Iwan, kolaborasi lintas sektor ini semakin memperkuat posisi Taman Ismail Marzuki sebagai pusat seni dan budaya bertaraf nasional hingga internasional.
Ia menambahkan, keberhasilan Taman Ismail Marzuki selama musim liburan ini diharapkan menjadi fondasi bagi inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan destinasi wisata Jakarta yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pengetahuan.
“Kami mendorong TIM tidak hanya sebagai pusat pertunjukan, tetapi sebagai ekosistem kreatif yang hidup dan berkelanjutan. Integrasi antara Planetarium Jakarta, ruang-ruang seni budaya, serta fasilitas pendukung seperti Paviliun Raden Saleh merupakan bagian dari komitmen Jakpro dalam membangun ruang publik yang relevan dengan kebutuhan kota modern,” tandasnya.