Senin, 05 Januari 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 477
(Foto: Andri Widiyanto)
Untuk mencegah potensi penularan superflu, Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, mengintensifkan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
"PHBS sebagai langkah pencegahan"
Berdasarkan pantauan di lapangan, setiap pengunjung yang datang diarahkan untuk mencuci tangan sebelum memasuki ruang pelayanan. Penggunaan masker juga diwajibkan, sementara fasilitas hand sanitizer disediakan bagi pengunjung maupun petugas puskesmas.
Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Inda Mutiara mengatakan, masyarakat terus diedukasi agar membiasakan diri menerapkan PHBS, terutama mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah beraktivitas serta menggunakan masker saat kondisi tubuh menurun atau sedang terserang flu.
"Kami lebih menggalakkan edukasi kepada masyarakat tentang PHBS sebagai langkah pencegahan superflu," ujarnya, Senin (5/1).
Inda menjelaskan, masyarakat yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, seperti flu, dianjurkan segera memakai masker dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Pencegahan dini jauh lebih baik dibandingkan pengobatan," terangnya.
Menurutnya, gejala klinis superflu dapat ditandai dengan demam tinggi di atas 38 derajat celsius, batuk berkepanjangan hingga lebih dari 10 hari, nyeri badan atau persendian, serta sakit kepala.
"Saya mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi isu superflu," ungkapnya.
Ia menambahkan, penerapan PHBS secara konsisten dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit.
"Setiap hari, jumlah pasien yang datang ke puskesmas ini sekitar 800 orang,
dengan keluhan terbanyak berupa batuk, pilek, dan flu biasa," tandasnya.