Warga Diminta Tetap Tenang Soal Mikroplastik

Jumat, 24 Oktober 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Budhy Tristanto 968

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan P2P Dinkes DKI Jakarta, Rahmat Aji Pramono

(Foto: Istimewa)

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan warga agar tidak perlu khawatir berlebihan terhadap temuan mikroplastik dalam air hujan.

"Tubuh kita punya mekanisme pertahanan alami,"

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan P2P Dinkes DKI Jakarta, Rahmat Aji Pramono menjelaskan, paparan mikroplastik tidak langsung membuat seseorang jatuh sakit. Sebab, katanya, tubuh manusia memiliki sistem kekebalan alami yang mampu melindungi diri dari paparan partikel tersebut.

“Kalau kita kehujanan dan air hujan mengandung mikroplastik mengenai tubuh, itu tidak langsung membuat sakit. Tubuh kita punya mekanisme pertahanan alami,” ujarnya, dalam media briefing terkait isu mikroplastik dan fenomena cuaca ekstrem, Jumat (24/10).

Rahmat menuturkan, mikroplastik yang masuk ke tubuh umumnya akan dikeluarkan kembali secara alami, baik melalui saluran pencernaan maupun pernapasan.

“Kalau masuk lewat pencernaan misalnya air hujan yang terminum tubuh akan mengeluarkannya kembali dengan bantuan serat makanan. Begitu juga kalau masuk lewat saluran pernapasan, kita punya refleks batuk dan bersin untuk mengeluarkan benda asing,” jelasnya.

Meski demikian, Rahmat mengingatkan bahwa mikroplastik dapat menjadi faktor risiko tambahan bagi penyakit serius seperti jantung dan stroke, terutama bagi penderita hipertensi atau diabetes melitus (DM).

“Mikroplastik ini bukan penyebab utama, tapi bisa memperburuk risiko penyakit yang sudah ada. Karena itu, yang lebih penting adalah mengendalikan DM dan hipertensi,” ujarnya.

Rahmat juga menekankan pentingnya melindungi diri dari polusi udara, khususnya pada musim kemarau ketika kadar polutan meningkat.

Ia menyarankan warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memantau kondisi udara melalui situs udara.jakarta.go.id.

“Kalau kadar PM 2,5 sedang tinggi, sebaiknya gunakan masker,” imbaunya.

Selain itu, Rahmat meminta warga untuk rutin menjaga kebersihan rumah. Debu di dalam ruangan, sambung dia, menjadi salah satu sumber utama paparan mikroplastik.

“Penelitian menunjukkan paparan mikroplastik paling banyak justru dari debu di dalam rumah. Jadi, kebersihan rumah sangat penting,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Media Briefing Langkah Antisipatif Hadapi Fenomena Hujan Mikroplastik

Pemprov DKI Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Fenomena Hujan Mikroplastik

Jumat, 24 Oktober 2025 1120

Warga ditengah hujan yang membasahi wilayah Jakarta

Fenomena Hujan Mikroplastik, Dinas LH Diminta Lakukan Langkah Investigatif

Selasa, 21 Oktober 2025 1340

BRIN menemukan kandungan mikroplastik pada air hujan

Pemprov DKI Dalami Temuan BRIN Soal Air Hujan Mikroplastik

Selasa, 21 Oktober 2025 1228

DKI akan Tindaklanjuti Temuan BRIN Soal Mikroplastik di Air Hujan

DLH Tindaklanjuti Temuan BRIN Soal Mikroplastik di Air Hujan

Sabtu, 18 Oktober 2025 1308

BERITA POPULER
895 Guru PPPK Jakut dan Kepulauan Seribu Perpanjang Kontrak Kerja

Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

Senin, 28 September 2026 1350

PMI Jaksel CFD HI tiyo

Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

Minggu, 27 September 2026 1369

Hbkb rasuna said bilal

Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

Kamis, 24 September 2026 1338

Dany ramdany

Pemkot Jakpus Jamin Pengadaan Tanah Proyek MRT Thamrin - Kwitang Dilakukan Terbuka

Kamis, 24 September 2026 1201

Pedagang di Atas Trotoar Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Rabu, 30 September 2026 430

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks