Cegah ISPA dengan Disiplin Terapkan PHBS

Kamis, 16 Oktober 2025 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 1382

Dinkes DKI pola hidup bersih dan sehat

(Foto: doc)

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA di Jakarta mengalami peningkatan. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mencatat hingga Oktober 2025 terdapat sebanyak 1.966.308 kasus. Peningkatan jumlah kasus mulai teridentifikasi sejak Juli 2025.

"Dengan disiplin menerapkan PHBS,"

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, saat ini ISPA merupakan penyakit dengan jumlah kunjungan tertinggi di Puskesmas, karena penularannya dapat terjadi dengan sangat mudah melalui percikan droplet maupun partikel aerosol di udara.

Ani menjelaskan, kenaikan kasus ISPA dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Tidak hanya akibat polusi udara, tetapi juga karena fenomena musim kemarau basah yang terjadi pada tahun ini.

“Kondisi tersebut berdampak pada penurunan daya tahan tubuh individu serta peningkatan jumlah agen biologis penyebab infeksi saluran pernapasan di lingkungan masyarakat,” ujar Ani, Kamis (16/10).

Ani menjelaskan, gejala ISPA meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam. Gejala tambahan dapat berupa hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin, serta suara serak.

“Pada kasus yang lebih berat, penderita dapat mengalami sesak napas yang memerlukan penanganan medis segera,” katanya.

Karenaya, sambung Ani, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar senantiasa menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah penyakit saluran pernapasan seperti ISPA.

Upaya sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menghindari kerumunan, memakai masker saat beraktivitas di ruang padat maupun area publik, serta menerapkan etika batuk dan bersin dapat membantu memutus rantai penularan penyakit.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera mengakses layanan kesehatan apabila mengalami gejala batuk dan pilek, membatasi aktivitas ketika sedang sakit, serta menghindari paparan asap rokok.

Menjaga daya tahan tubuh juga sangat penting, antara lain dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahat cukup, berolahraga secara rutin, dan mengelola stres dengan baik.

“Dengan disiplin menerapkan PHBS, risiko penularan ISPA dan penyakit pernapasan lainnya dapat ditekan secara signifikan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Jakcare, Layanan konsultasi kesehatan mental untuk warga Jakarta

Layanan JakCare Kian Diminati

Senin, 13 Oktober 2025 1566

Petugas menyiapkan makanan bergizi gratis di dapur SPPG Palmerah

Dinkes DKI Percepat Sertifikasi Higiene Sanitasi SPPG

Senin, 06 Oktober 2025 1640

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengajak warga untuk mewujudkan Jakarta yang sehat

Rano Ajak Warga Wujudkan Jakarta Sehat, Tangguh dan Berdaya

Minggu, 14 September 2025 3360

BERITA POPULER
Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 5507

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 1935

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1095

Sudin SDA kepulauan Seribu tanam mangrove ist

105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

Senin, 26 Oktober 2026 1713

Keseruan Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026 1

Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

Sabtu, 24 Oktober 2026 1962

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks