Penyerapan Anggaran akan Dimaksimalkan di APBD Perubahan

Kamis, 27 Agustus 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Budhy Tristanto 6252

Penyerapan Rendah Karena Harga Satuan di Mark Up

(Foto: Reza Hapiz)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan, penyerapan anggaran yang saat ini masih rendah, akan dimaksimalkan pada APBD Perubahan mendatang.

DKI baru benar-benar menggunakan prosedur penganggaran yang betul sesuai aturan, seumur-umur DKI baru akan terjadi di APBD tahun 2016.

Diakui Basuki. rendahnya penyerapan anggaran tahun ini karena banyak kegiatan yang dimatikan lantaran harga satuan yang masih digelembungkan atau markup. N

"Kenapa DKI terlambat? bukan alasan karena pengesahan (APBD) bulan Mei. Pertama memang banyak barang-barang harga satuannya yang di markup di DKI. Kita sengaja loloskan waktu masuk e-budgeting," kata Basuki, saat pengarahan Gubernur atas instruksi Presiden RI terhadap Penyerapan Anggaran, di Ruang Pola, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/8).

Salah satu kegiatan yang disoroti Basuki yakni, pembangunan gelanggang olah raga (GOR) seluas  3.500 meter yang dianggarkan sebesar Rp 48 miliar. Menurut gubernur, anggaran sebesar itu tidak masuk akal. Dia membandingkan dengan pembangunan GOR dengan fasilitas mewah di Amerika Serikat hanya menghabiskan anggaran Rp 46 miliar.

Selain pembangunan GOR, kegiatan lain yang juga dihentikan adalah rehab gedung sekolah. "Ini contoh mark up. Rehab sekolah sampai Rp 20 miliar. Makanya Itu yang kita potong. Kita sengaja loloskan, baru kita perbaiki di 2015 perubahan," katanya.

Pada 2016 mendatang, Pemprov DKI Jakarta baru akan menggunakan prosedur penganggaran yang benar. Karena semua prosesnya akan menggunakan sistem elektronik, mulai dari musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), hingga penyusunan atau e-budgeting.

"DKI baru benar-benar menggunakan prosedur penganggaran yang betul sesuai aturan, seumur-umur DKI baru akan terjadi di APBD tahun 2016. Ini perlu saya tekankan," ucapnya.

Terkait dengan adanya isu banyak pejabat yang takut untuk menggunakan APBD, Basuki menilai seharusnya tidak perlu. "Menurut saya itu ketakutan yang tidak perlu sebetulnya," tandas Basuki. 

BERITA TERKAIT
 Djarot Dorong SKPD Meningkatkan Penyerapan Anggaran

Djarot Keluhkan Minimnya Penyerapan Anggaran

Kamis, 27 Agustus 2015 4682

Wagub Akan Genjot Penyerapan Anggaran DKI

Djarot Yakin Penyerapan Anggaran akan Meningkat

Rabu, 26 Agustus 2015 3733

Pemprov DKI Jakarta Maksimalkan Anggaran Langsung

Penyerapan Anggaran DKI Harus Digenjot

Selasa, 25 Agustus 2015 3952

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2508

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1203

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 964

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 512

Gub pramono ppid

Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

Jumat, 18 September 2026 407

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks