DPRD Gelar Paripurna Jawaban Gubernur tentang APBD 2026 dan PAM Jaya

Senin, 08 September 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 6344

Rapat paripurna jawaban Gubernur soal APBD 2026 dan PAM Jaya

(Foto: Mochamad Tresna Suheryanto)

DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna penyampaian jawaban Gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda strategis, yakni Raperda tentang APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 dan Raperda tentang Perubahan Badan Hukum PAM Jaya menjadi Perseroda. Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah.

"memberikan masukan konstruktif,"

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, rapat paripurna ini kami buka dan kami nyatakan terbuka untuk umum,” ujar Ima di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (8/9).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta telah menyampaikan pidato pengantar terkait kedua raperda tersebut. Pandangan umum fraksi diharapkan memberikan masukan konstruktif, baik untuk memperkuat APBD 2026 agar lebih efektif, maupun memastikan transformasi PAM Jaya tetap berpihak pada pelayanan publik.

Fraksi PKS menyampaikan PAM Jaya fokus pada perbaikan layanan mulai dari kualitas air, kontinuitas pasokan, hingga penurunan tingkat kebocoran sebelum melangkah ke perubahan status hukum.

Fraksi Gerindra menilai APBD 2026 sebesar Rp95,35 triliun perlu dikelola dengan disiplin, mengingat pertumbuhan pendapatan belum seimbang dengan belanja.

Terkait PAM Jaya, Gerindra menekankan pentingnya roadmap untuk memperluas layanan hingga 100 persen pada 2030, sekaligus menjamin tarif tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi proyeksi APBD yang meningkat. Terkait PAM Jaya, PDIP menegaskan bahwa air merupakan hak dasar rakyat dan transformasi perusahaan harus berlandaskan prinsip pelayanan, bukan profit.

Fraksi Nasdem meminta PAM Jaya menyiapkan rencana bisnis yang lebih detail serta transparansi mekanisme kepemilikan saham agar tidak terjadi privatisasi terselubung.

Sementara itu, Fraksi Golkar menyambut baik ketepatan waktu penyusunan APBD 2026 dan perubahan status PAM Jaya merupakan langkah strategis, dengan catatan kepemilikan mayoritas tetap di Pemprov DKI.

Fraksi PKB menekankan bahwa RAPBD 2026 harus berorientasi hasil nyata bagi warga, seperti berkurangnya genangan, menurunnya polusi, hingga meningkatnya kualitas layanan dasar. Untuk PAM Jaya, PKB menegaskan pentingnya kewajiban pelayanan publik yang jelas dan mengikat.

Sementara itu, Fraksi PAN memberi catatan agar target pendapatan daerah dicapai dengan strategi konkret, mengingat kondisi ekonomi global yang tidak pasti.

Fraksi Demokrat-Perindo menekankan APBD harus menjawab persoalan mendasar warga seperti lapangan kerja, harga kebutuhan pokok, dan pengentasan kemiskinan, bukan sekadar angka fiskal.

Adapun Fraksi PSI meminta Pemprov DKI tidak menaikkan pajak atau pungutan baru yang membebani masyarakat. PSI juga mendorong insentif keringanan PBB-P2.

BERITA TERKAIT
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin memberikan keterangan pers setelah rapat paripurna

Ketua DPRD: PAM Jaya Jadi Perseroda untuk Kebaikan Warga

Kamis, 04 September 2025 6734

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin membuka rapat paripurna

DPRD DKI Buka Masa Persidangan 1 Tahun Sidang 2025–2026

Kamis, 04 September 2025 5113

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan pidato Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Pramono Ajukan Raperda APBD 2026 dan Perubahan Status PAM Jaya

Kamis, 04 September 2025 1924

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina

Realisasi APBD Tunjukkan Keberpihakan Pemprov DKI pada Masyarakat

Kamis, 28 Agustus 2025 4780

BERITA POPULER
Mikrotrans reza edit

Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

Jumat, 02 Oktober 2026 3256

Distribusi Benih Ikan Air Tawar anita

4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

Jumat, 02 Oktober 2026 2881

Klinik ilegal ditutup jakpus folmer

Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

Selasa, 06 Oktober 2026 1237

Syafrin walkot jaksel

Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Kamis, 01 Oktober 2026 1627

Mediasi pondok pinang tiyo

Camat Kebayoran Lama Pimpin Mediasi Persoalan Warga Pondok Pinang

Rabu, 07 Oktober 2026 606

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks