Kamis, 14 Agustus 2025 Reporter: Anita Karyati Editor: Andry 329
(Foto: Istimewa)
300 warga perwakilan dari Dewan Kota, TP PKK, DWP, komunitas dan mahasiswa mengikuti kegiatan wajib kunjungan objek bersejarah dan budaya 2025 yang diadakan Suku Dinas (Sudin) Kebudayaan Jakarta Utara.
"Menambah pengalaman dan wawasan baru,"
Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Utara, Fredy Setiawan menyampaikan apresiasi kepada Sudin Kebudayaan yang telah menggelar kegiatan tersebut. Kegiatan ini, bertujuan memperkenalkan dan meningkatkan wawasan masyarakat terhadap objek bersejarah dan budaya di Jakarta Utara.
"Saya melihat mereka sangat semangat dan bahagia, karena diajak healing ke situs bersejarah. Ini menambah pengalaman dan wawasan baru bagi mereka yang belum tahu," ujarnya, Rabu (14/8).
Fredy berpesan, selama kunjungan, peserta dapat mendokumentasikan kegiatannya, kemudian disebarluaskan ke keluarga maupun lingkungannya. Sehingga akan semakin banyak warga yang mengetahui objek bersejarah di Jakarta Utara. Dengan begitu, kian banyak warga yang berkunjung ke museum.
"Semoga kunjungan ini dapat menjadi kenangan yang indah, mempererat silahturahmi dan menambah wawasan. Karena, jika kita semakin tahu sejarah, maka rasa cinta kepada tanah air juga semakin tinggi," bebernya.
Anggota Dewan DPRD DKI Jakarta, Oman Rohman Rakinda, menyambut baik dan apresiasi kegiatan ini. Kunjungan ke museum dinilai kegiatan yang positif dan patut ditiru. Para peserta pun diharapkan dapat mengikuti kegiatan dengan sunggu-sungguh agar pengetahuan yang ddapat bisa diiformasikan kembali ke keluarga maupun saudaranya.
"Sangat bagus, karena banyak ibu-ibu yang ikut. Artinya mereka juga butuh liburan. Kami akan terus mendukung kegiatan masyarakat seperti ini. Apalagi Jakarta Utara banyak sejarah dan budaya pesisirnya," ucapnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sudin Kebudayaan Jakarta Utara, Mis'ari menambahkan, wajib kunjungan situs sejarah dan budaya ini merupakan kegiatan rutin. Tujuannya meningkatkan apresiasi masyarat dari berbagai kalangan untuk bisa mengetahui keberadaan cagar budaya dan nilai sejarah yang berada di Jakarta Utara.
"Kegiatan ini diadakan dua hari. Hari pertama diikuti 300 orang dan besok Jumat (15/8) diikuti 300 orang. Mereka akan mengunjungi dua museum yakni Rumah Si Pitung Cilincing dan Museum Bahari Penjaringan," jelasnya.
Salah satu peserta perwakilan TP PKK Tingkat Kota, Farida (55) mengaku sangat senang karena sudah lama tidak berkunjung ke museum. Kondisi museum kini dinilai telah banyak perubahan dan semakin bagus dan menarik.
"Alhamdulillah diajak liburan ke museum secara gratis. Nanti kita bisa menceritakan sejarah ini ke anak cucu supaya mereka juga bisa berkunjung ke destinasi yang ada di Jakarta Utara," tanda
snya.