Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Senin, 11 Agustus 2025 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 1722

Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

(Foto: Ilustrasi)

Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta semakin terdorong oleh pesatnya perkembangan digitalisasi sistem pembayaran.

"Ini berkorelasi dengan kinerja konsumsi rumah tangga,"

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Yosamartha mengatakan, velositas pembayaran non-tunai di Jakarta telah mencapai angka 1,25, menunjukkan semakin masifnya penggunaan kanal digital seperti QRIS, e-money, dan mobile banking oleh masyarakat.

“Ini berkorelasi dengan kinerja konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,17 persen, di mana sebagian besar pembayarannya dilakukan secara digital,” ujarnya, Senin (11/8).

Dikatakan Yosa, transaksi e-commerce juga menunjukkan pertumbuhan positif di 2025, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang kuat. Tidak hanya di sektor swasta, digitalisasi juga dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan data semester I 2025, Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) DKI mencapai 99,8 persen, tertinggi di kawasan Jawa.

“Kontribusi QRIS terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahkan mencapai 3,41 persen. Dari sisi metode pembayaran, 51 persen transaksi Pemprov sudah digital, 12 persen semi-digital, dan 34 persen non-tunai,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, peran Jakarta di skala nasional juga terlihat signifikan. Hingga Juni 2025, volume transaksi digital di Jakarta mencapai Rp2,3 miliar atau 43 persen dari total nasional, meski pengguna hanya 11 persen dari total nasional dan merchant 16,5 persen.

Disampaikan Yosa, berbagai inisiatif menjadi motor pendorong digitalisasi, termasuk uji coba inovasi di DKI seperti QRIS Antar Negara dan QRIS Tap untuk transportasi, layanan kesehatan, ritel, hingga perparkiran. Salah satu pilot project QRIS Tap sudah diuji di pembayaran parkir Lippo Mall Nusantara (eks Plaza Semanggi).

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta pun terus diperluas, termasuk lomba digitalisasi pasar yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Program ini diharapkan mendorong pelaku pasar tradisional memanfaatkan kanal pembayaran digital, sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai barometer penerapan digitalisasi di Indonesia.

“Banyak inisiatif dimulai dari Jakarta dan menjadi percontohan bagi daerah lain. Kami ingin memastikan digitalisasi bisa optimal, baik di sektor pemerintah maupun swasta, bersama para pemangku kepentingan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Ekonomi Jakarta Triwulan III 2025 Diproyeksikan Tetap Solid

Ekonomi Jakarta Diproyeksikan Tetap Solid

Minggu, 10 Agustus 2025 2148

Melihat Pedagang Pasar Gondangdia Bertansaksi Menggunakan QRIS

Melihat Aktivitas Transaksi Digital di Pasar Gondangdia

Kamis, 07 Agustus 2025 1556

 Pramono Luncurkan Lomba Digitalisasi Pasar 2025

Pramono Luncurkan Lomba Digitalisasi Pasar 2025

Selasa, 22 Juli 2025 2529

BERITA POPULER
Petugas tj bantu warga ist2

Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

Kamis, 15 Oktober 2026 14604

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 3685

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 1464

Transjakarta penghargaan pusta karsa ist

Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

Kamis, 15 Oktober 2026 2027

Edukasi Pilah Sampah pulau panggang anita

Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 772

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks