Perkuat Mitigasi Tekan Risiko Kebakaran

Rabu, 23 Juli 2025 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 1423

DKI, Perkuat, Mitigasi, Kebakaran, Redkar

(Foto: doc)

Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menekan jumlah kasus kebakaran di ibu kota. Di antaranya melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan infrastruktur, serta pelibatan masyarakat secara aktif.

"risiko kebakaran dapat ditekan secara signifikan,"

Tercatat, selama periode 1 Januari hingga 20 Juli 2025 tercatat sebanyak 951 peristiwa kebakaran terjadi di lima wilayah kota administrasi. Meski jumlahnya masih fluktuatif, berbagai langkah antisipatif dan respons cepat dilakukan untuk mengurangi potensi dampak yang lebih luas.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara mengatakan, sinergi masyarakat dan pemerintah sangat vital dalam mempercepat respons kebakaran.

Salah satu ujung tombak penting adalah kehadiran Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), yang kini berjumlah sebanyak 2.323 orang tersebar di seluruh Jakarta. Ia menyampaikan, Redkar berperan sebagai mitra strategis yang siap siaga menghadapi potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.

“Redkar adalah kekuatan sosial masyarakat yang tumbuh dari kesadaran kolektif. Mereka tidak hanya bertugas saat darurat, tetapi juga aktif dalam edukasi dan simulasi penanggulangan kebakaran,” ujar Bayu, Rabu (23/7).

Dijelaskan Bayu, selain Redkar, Pemprov DKI juga menjalankan program Gempar (Gerakan Masyarakat Punya APAR) yang menjadi bagian dari Quick Wins Gubernur Pramono Anung sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2025.

Program ini mewajibkan setiap ASN Pemprov DKI untuk memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah masing-masing, serta mendorong kepemilikan APAR di berbagai organisasi masyarakat seperti RT/RW, Karang Taruna, dan FKDM.

“Gerakan GEMPAR bertujuan membentuk budaya siap tanggap bencana di level paling dasar, yakni rumah tangga,” katanya.

Di sisi infrastruktur, Jakarta kini memiliki 933 hidran kota dan 48 hidran mandiri yang tersebar di lima wilayah kota administratif. Ia menjelaskan, distribusi hidran ini terus diperkuat agar respons pemadaman kebakaran bisa dilakukan lebih cepat dan merata. Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah hidran kota terbanyak, yaitu sebanyak 310 titik, diikuti Jakarta Pusat dengan 276 titik.

Ia menambahkan, kolaborasi adalah kunci bahwa penanggulangan kebakaran menjadi tanggung jawab kolektif.

“Pemprov DKI Jakarta tetap menekankan pendekatan solutif dan kolaboratif. Edukasi masyarakat, simulasi penanggulangan, serta kesiapan infrastruktur akan terus ditingkatkan agar risiko kebakaran dapat ditekan secara signifikan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Legislator Dukung Pembentukan Satgas Kebakaran di Kelurahan

Legislator Dukung Pembentukan Satgas Kebakaran di Kelurahan

Senin, 21 Juli 2025 1093

Sudin Gulkarmat Jakut Berhasil Padamkan Kebakaran di Muara Baru

13 Armada Pemadam Atasi Kebakaran di Muara Baru

Minggu, 20 Juli 2025 1320

Personel Gabungan Bersihkan Puing Pasca Kebakaran di Duri Utara

Petugas Gabungan Bersihkan Puing Sisa Kebakaran di Duri Utara

Selasa, 22 Juli 2025 1550

Layanan Adminduk Diberikan Kepada Penyintas Kebakaran Duri Utara

Layanan Adminduk Sasar Penyintas Kebakaran di Duri Utara

Selasa, 22 Juli 2025 887

BERITA POPULER
PMI Jaksel CFD HI tiyo

Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

Minggu, 27 September 2026 1204

Hbkb rasuna said bilal

Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

Kamis, 24 September 2026 1191

IMG 20260921 WA0072

Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

Senin, 21 September 2026 1571

Penataan Kawasan Unggulan Ciracas nur

Penataan Kawasan Unggulan di Ciracas Usung Konsep Penghijauan Lingkungan

Jumat, 25 September 2026 915

Dany ramdany

Pemkot Jakpus Jamin Pengadaan Tanah Proyek MRT Thamrin - Kwitang Dilakukan Terbuka

Kamis, 24 September 2026 1027

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks