DLH DKI Jakarta Galang Sinergi Hadapi Polusi Udara

Jumat, 28 Juni 2024 Reporter: Folmer Editor: Erikyanri Maulana 2118

DLH DKI Jakarta Galang Sinergi Hadapi Polusi Udara

(Foto: Istimewa)

Sebagai upaya mengatasi masalah pencemaran udara di wilayah aglomerasi Jabodetabek, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menggalang sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup dari daerah aglomerasi, di Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/6) kemarin.

sangat penting untuk mengatasi masalah polusi udara

Agenda ini dihadiri oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), DLH Provinsi Jawa Barat, DLH Provinsi Banten, serta DLH Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan, sebagai pusat perekonomian Indonesia berskala global, Jakarta memiliki amanat untuk bersinergi dalam perencanaan lingkungan hidup di wilayah aglomerasi.

“Kerja sama antara DLH menjadi sangat penting untuk mengatasi masalah polusi udara yang saling terkait di wilayah aglomerasi Jakarta,” ujar Asep, dalam Siaran Pers Pemprov DKI Jakarta.

Sebelumnya, pada 5 Juni 2023, kota dan kabupaten di Jabodetabek menandatangani kesepakatan bersama untuk memperbaiki kualitas udara. Kesepakatan ini diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta dan mencakup beberapa poin penting, seperti pembentukan Pokja Perlindungan Nasional untuk Udara sebagai forum akselerasi perbaikan kualitas udara, serta penyusunan strategi pengendalian pencemaran udara terpadu di masing-masing wilayah administrasi.

Selain itu, percepatan kegiatan uji emisi kendaraan bermotor juga menjadi salah satu pembahasan. Dalam hal ini, pengelolaan data terpadu melalui aplikasi SIUMI milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sangat membantu dalam memantau dan mengevaluasi kualitas udara. Inventarisasi emisi di masing-masing wilayah serta pertukaran data juga menjadi bagian dari upaya sinergi ini. DLH Provinsi DKI Jakarta juga siap untuk melaksanakan uji emisi keliling di wilayah Jabodetabek.

“Forum-forum seperti ini sangat penting untuk bersinergi dan implementasi strategi, sehingga masing-masing Pemprov maupun Pemerintah Kota/Kabupaten dapat menunjukkan kontribusinya. Saya pun berharap DLH aglomerasi bisa mendorong kegiatan yang bisa dikerjasamakan dan mendukung langkah-langkah yang lebih baik untuk kualitas udara yang lebih bersih di wilayah Jabodetabek,” jelas Asep.

Dalam kesempatan tersebut, dibahas pula pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas udara. DLH Provinsi DKI Jakarta dan daerah lainnya sepakat untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat melalui berbagai program edukatif dan kampanye lingkungan.

Poin penting lainnya adalah komitmen untuk melibatkan sektor swasta dalam upaya pengendalian pencemaran udara.

“Kami mengajak korporasi untuk berpartisipasi aktif dalam program-program pengendalian polusi udara, karena peran sektor swasta sangat besar dalam pengurangan emisi industri,” tambah Asep.

Melalui koordinasi ini, diharapkan juga adanya peningkatan dalam hal pengelolaan data dan monitoring kualitas udara. Data yang akurat dan terintegrasi sangat penting untuk membuat kebijakan yang efektif dalam pengendalian polusi udara.

“Kami akan mengadakan forum-forum seperti ini secara periodik untuk memastikan bahwa setiap daerah berkontribusi dan langkah-langkah pengendalian pencemaran udara bisa berjalan efektif,” kata Asep.

Pejabat DLH Provinsi Jawa Barat, Endang Hidayat menyatakan pentingnya pelaksanaan kerja sama ini. Menurutnya, kendala yang dihadapi di wilayah aglomerasi, seperti keterbatasan penyediaan Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) di daerah penyangga dan keterbatasan alat uji emisi, harus segera diatasi melalui kerja sama yang lebih intensif antara DLH provinsi dan kota/kabupaten.

Selaras dengan hal tersebut, Plt Sekretaris DLHK Provinsi Banten, Ruli Rianto menambahkan, sinergi antardaerah sangat penting.

“Masalah pencemaran udara tidak bisa diselesaikan oleh satu daerah saja. Harus ada upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi semua warga di wilayah aglomerasi,” tandas Ruli.

BERITA TERKAIT
Dinas LH Awasi Cerobong Industri

Dinas Lingkungan Hidup Awasi Cerobong Industri

Selasa, 25 Juni 2024 1568

Pemprov DKI Siap Hadapi Penurunan Kualitas Udara

Pemprov DKI Siap Tanggulangi Penurunan Kualitas Udara

Rabu, 19 Juni 2024 6389

Dinas LH Ajak Pemangku Kepentingan Antisipasi Potensi Penurunan Kualitas Udara Saat Kemarau

Dinas LH Ajak Pemangku Kepentingan Antisipasi Penurunan Kualitas Udara

Selasa, 07 Mei 2024 3107

Pj Gubernur DKI Tinjau SPKU Ciracas

Pemprov DKI Tambah Stasiun Pemantau Kualitas Udara Baru

Jumat, 26 Januari 2024 13922

Dinas LH Ajak Pemangku Kepentingan Antisipasi Potensi Penurunan Kualitas Udara Saat Kemarau

Dinas LH Ajak Pemangku Kepentingan Antisipasi Penurunan Kualitas Udara

Selasa, 07 Mei 2024 3107

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2965

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1372

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 528

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1294

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1103

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks