Peningkatan Kapasitas Penggiat Urban Farming Dukung Jakarta Kota Global

Rabu, 05 Juni 2024 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 1340

 Penggiat Pertanin Perkotaan di Jakarta Ikut Bimtek Peningkatan Kapasitas Urban Farming

(Foto: Istimewa)

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Penggiat Urban Farming di Jakarta, Rabu (5/6).

Bimtek ini sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku urban farming

Kegiatan ini diikuti sebanyak 100 orang pelaku urban farming.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DKI Jakarta, Indra Diwangkara; Arsitek dan Praktisi Urban Farming, Sigit Kusumawijaya; dan Community and Creator Specialis, Andi Sabrina.

Materi yang diberikan pada bimtek ini yaitu, Urban Farming sebagai Destinasi Wisata, Pertanian Kota untuk Keberlangsungan Bumi yang Lestari : Menghasilkan dan Memperindah Ruang Kota serta Enhancing Urban Farming Capacity trough social media.

Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas lokasi urban farming sebagai salah satu destinasi wisata untuk menarik wisatawan daerah dan mancanegara dalam mendukung Jakarta sebagai kota global.

“Bimtek ini sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku urban farming dalam melakukan promosi dan komunikasi kepada masyarakat yang lebih luas serta meningkatkan kapasitas mereka sebagai champion lokal dalam memenuhi kebutuhan pasar khususnya sayuran,” ujar Eli, di Aula Lantai 2 Gedung Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat.

Ia menyampaikan, Jakarta akan bertransformasi menjadi kota global sehingga perlu berbenah dan menyiapkan dari berbagai sektor termasuk sektor pertanian. Menurutnya, beberapa indikator kota global adalah ketersediaan ruang yang nyaman untuk dihuni, mampu menarik wisatawan untuk berkunjung dan lingkungan yang bersih, nyaman dan berkelanjutan.

Urban farming dapat berperan untuk memenuhi beberapa indikator tersebut,” ucapnya.

Eli menjelaskan, Pemerintah akan melaksanakan program pemberian makan bergizi bagi siswa sekolah pada tahun 2025. Hal ini akan menjadi peluang sekaligus tantangan para pelaku urban farming untuk memenuhi kebutuhan sayuran setiap hari.

“Maka peran para pelaku urban farming yang selama ini telah mendukung ketersediaan pangan dan pelestarian lingkungan diharapkan dapat meningkat menjadi daya tarik wisata sekaligus mampu memenuhi kebutuhan pangan di lingkungannya,” urainya.

Eli berharap, para peserta bimtek dapat lebih mendorong dan menggerakkan masyarakat di sekitarnya untuk lebih giat berproduksi serta melakukan produksi sesuai permintaan pasar agar kegiatan yang dilakukan dapat memberikan keuntungan dan manfaat yang lebih baik.

“Perbanyak kolaborasi dan jejaring pemasaran selama saling menguntungkan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
10.253 Hewan Kurban di 117 Tempat Penampungan Sudah Diperiksa Kesehatan

Kesehatan 10.253 Hewan Kurban di 117 Tempat Penampungan Sudah Diperiksa

Senin, 03 Juni 2024 1316

Dinas KPKP dan Abituren Akmil Gandeng Pelajar SMPN 270

Dinas KPKP dan Abituren Akmil Gandeng Pelajar SMPN 270 Galakkan Urban Farming

Jumat, 31 Mei 2024 1922

Sembako Murah Pemprov DKI Jakarta Kembali Digelar untuk Penuhi Kebutuhan Warga

Gandeng Ikatan Alumni SMAN 70, Pemprov DKI Kembali Gelar Sembako Murah

Rabu, 22 Mei 2024 1025

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2603

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2585

Taman Lapangan Banteng doc

Pemprov DKI Bakal Gelar Halalbihalal di Lapangan Banteng

Sabtu, 21 Maret 2026 1055

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1818

Pemprov dki kemenag jalan istiqlal folmer

DKI dan Kemenag RI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah

Senin, 16 Maret 2026 1445

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks