Dinas PPKUKM Berdayakan Penghuni Rusunawa Kembangkan Produk IKM

Kamis, 29 Februari 2024 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 8125

Dinas PPKUKM, Berdayakan, Penghuni Rusunawa, Pengembangan, Produk IKM Kerajinan

(Foto: Istimewa)

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta berkomitmen mengembangkan produk Industri Kecil Menengah (IKM) kerajinan dengan memberdayakan para penghuni rusunawa di Jakarta.

agar mereka mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat rusun

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, Pemprov DKI Jakarta memiliki banyak rusunawa yang tersebar di seluruh wilayah namun penghuninya masih banyak membutuhkan lapangan kerja.

“Maka itu, pemberdayaan masyarakat rusunawan diperlukan agar mereka mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat rusun untuk membiayai kebutuhan hidup seperti bayar sewa rusun dan lain-lain,” ujar Ratu, Kamis (29/2).

Ratu menyampaikan, industri kerajinan tangan berawal dari sebuah hobi yang kemudian dikembangkan sehingga dapat menjadi solusi masyarakat untuk menghadapi krisis ekonomi. Dia menilai, kerajinan tangan dapat menjadi penghasilan tambahan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Dari hobi bahkan bisa berkembang menjadi sebuah usaha yang besar dan memiliki untung yang tinggi,” ucap Ratu.

Bimtek maupun pelatihan kerajinan tangan dapat menjadi suatu wadah untuk memfasilitasi para warga rusunawa agar dapat menghasilkan produk kerajinan yang berkualitas dan mengikuti perkembangan tren kerajinan serta meningkatkan perekonomian daerah.

“Untuk itu, para penghuni rusunawa harus menjalankan bimtek maupun pelatihan kerajinan tangan dengan serius dan memiliki kemauan agar pelatihan yang akan dilaksanakan dapat bermanfaat,” kata Ratu.

Kepala Bidang Industri Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Martiana Debora Paruhum mengatakan, pemberdayaan penghuni rusunawa tersebut juga menciptakan efisiensi waktu kerja, jarak, biaya transportasi dan polusi. Diharapkan, pemberdayaan tersebut menjadi suatu ekosistem terpadu dari hulu ke hilir.

“Selain itu, diharapkan mendukung terciptanya konsep ‘One Village One Product’ dalam satu lokasi rusun,” ucap Anna.

Sebelumnya, dalam rangka pemberdayaan warga Rusunawa Nagrak, Dinas PPKUKM DKI Jakarta menyelenggarakan Bimtek Menganyam mulai tanggal 26 sampai 29 Februari 2024. Bimtek ini diikuti oleh 25 peserta yang semuanya perempuan dan didominasi kaum ibu penghuni rusunawa.

Adapun jenis produk yang diberikan pelatihan menganyam yaitu piring, tempat mangkuk, tas, dompet dan lain-lain.

“Terhadap hasil pelatihan akan dibuat kerja sama dengan kolaborator dari perusahaan yang memproduksi anyaman sejenis untuk membuat produk yang sama dan diberikan kompensasi bayaran dari setiap produk yang dianyam dan bahan baku dan quality control dari perusahaan kolaborator tersebut,” tandas Anna.

BERITA TERKAIT
Pelaku Ekonomi Kreatif DKI Meriahkan Inacraft 2024

Tiga Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif DKI Meriahkan Inacraft 2024

Rabu, 28 Februari 2024 7975

Sudin Nakertransgi Jakut Gelar Pelatihan Menjahit Angkatan ke-2 tahun 2023

50 Peserta Ikut Pelatihan Menjahit di Jakut

Selasa, 24 Oktober 2023 5098

24 Penghuni Rusunawa Nagrak Ikut Bimtek Menganyam

Penghuni Rusunawa Nagrak Ikuti Bimtek Menganyam

Selasa, 27 Februari 2024 7352

BERITA POPULER
Tumpukan Sampah di TPS RW 10 Penggilingan Sudah Dibersihkan

Tumpukan Sampah di TPS RW 10 Penggilingan Tuntas Dibersihkan

Kamis, 08 Januari 2026 1457

 50 Kilogram Jagung Pulut Berhasil Dipanen dari Pulau Tidung Kecil

50 Kilogram Jagung Pulut Dipanen di Pulau Tidung Kecil

Rabu, 07 Januari 2026 1548

Kebakaran di lantai lima Tzu Chi School berhasil dipadamkan

Kebakaran Gedung Tzu Chi School Berhasil Dipadamkan

Senin, 12 Januari 2026 536

Proyek LRT Jakarta Fase 1B

Jakpro Konsisten Laksanakan Penugasan Strategis Sepanjang 2025

Kamis, 08 Januari 2026 1115

Seorang warga menggunakan payung berjalan di trotoar

BMKG: Hujan Dominasi Sejumlah Wilayah Jakarta Hari Ini

Senin, 12 Januari 2026 560

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks