Sabtu, 04 Januari 2014
Reporter: Nurito
Editor: Dunih
3209
(Foto: doc)
Kolong Flyover Klender, Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur, yang seharusnya steril dari aktivitas perdagangan kini telah dipenuhi pedagang kaki lima (PKL). Ratusan PKL, tampak menempati kolong jalan yang telah dipagar untuk berjualan. Bahkan, di kiri kanan Jl Raya Bekasi yang ada di kawasan tersebut juga dipenuhi ratusan PKL.
Maraknya pedagang seperti pedagang sayuran, ikan, perabot rumah tangga dan pulsa membuat kawasan itu tidak hanya jadi semrawut. Tapi, juga membuat kotor lingkungan. Pasalnya, beberapa PKL kerap membuang sampahnya di median jalan hingga menimbulkan aroma tidak sedap.
Selain di kolong flyover, persis di tikungan kolong flyover lapak PKL juga berjejer di kiri kanan jalan. Kemudian memanjang hingga sejauh sekitar 300 meter di Jl Raya Bekasi.
Walikota Jakarta Timur, HR Krisdiyanto mengaku, sebenarnya kawasan tersebut sudah ditertibkan. Namun, PKL kembali menempati lahan tersebut.
"Sekarang ditertibkan, pasti besoknya datang lagi. Memang solusinya harus ada relokasi," ujar Krisdiyanto, Sabtu (4/1).
Kasudin Kebersihan Jakarta Timur, Apul Silalahi menambahkan, setiap hari pihaknya selalu mengangkut sampah di lokasi tersebut. Namun, karena pedagang dan warga tak disiplin, sampah banyak berserakan kembali. Saking banyaknya sampah pedagang, setiap hari pihaknya bisa mengangkut sampah di lokasi tersebut sebanyak 2 kontainer atau sekitar 10 meter kubik.
Bahkan, pihaknya kini menempatkan satu bak sampah tambahan, tak jauh dari bak sampah yang ada.
"Dulu waktu bak sampah hanya satu minta ditambah dan mereka menjamin sampah tak berantakan. Tapi nyatanya tidak pengaruh, sampah meluber ke jalan dan trotoar," jelas Apul.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar
Kamis, 19 Maret 2026
2313
Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan
Kamis, 19 Maret 2026
2273
Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan
Selasa, 17 Maret 2026
1692
Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran