BPBD Minta Warga Waspadai Potensi Tanah Longsor

Jumat, 12 Januari 2024 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 8483

BPBD Minta Warga Waspada Terjadinya Tanah Longsor

(Foto: Andri Widiyanto)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta meminta para Lurah, Camat, dan masyarakat untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal.

Karena memang seiring dengan peningkatan curah hujan itu berpotensi terjadi tanah longsor

Informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Jakarta berpotensi terjadi gerakan tanah berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Aji meminta Camat dan Lurah beserta masyarakat aktif mengecek kondisi wilayahnya masing-masing, terutama yang berdekatan dengan aliran sungai maupun terdapat tebing atau gawir.

“Karena memang seiring dengan peningkatan curah hujan itu berpotensi terjadi tanah longsor. Petugas TRC BPBD di setiap kelurahan juga akan bersama Lurah dan Camat memonitor bersama apabila ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan baik BPBD maupun instansi terkait,” ujar Isnawa, Jumat (12/1).

Isnawa juga mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman pohon di lokasi rawan dan sudah minim vegetasi untuk mencegah potensi bahaya tanah longsor. Antisipasi lainnya yakni dengan membuat bronjong dan turap mandiri apabila tanah dalam keadaan miring atau berpotensi bergerak atau bergeser.

“Bisa swadaya atau kolektif dilakukan oleh masyarakat untuk meninimalisasi dampak yang lebih serius kalau memang terjadi hujan lebat. Lokasi yang sudah kita petakan kita koordinasikan dengan Dinas SDA bagaimana pelaksanaan teknis di lapangan. Karena bicara penanganan bencana harus secara komprehensif,” urai Isnawa.

Berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah potensi terjadinya tanah longsor, yaitu:

1. Jakarta Pusat, meliputi wilayah Menteng.

2. Jakarta Selatan, meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu dan Pesanggrahan.

3. Jakarta Timur, meliputi wilayah Cakung, Duren Sawit, Jatinegara, Kramatjati, Matraman, Pasar Rebo dan Pulogadung.

Kemudian, pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sementara pada Zona Tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

BERITA TERKAIT
BPBD Imbau Warga Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem Sepekan ini

BPBD Imbau Warga Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem Sepekan Ini

Kamis, 04 Januari 2024 8204

Sudin SDA Jakbar Perbaiki Turap Ambrol PHB Shelter Puri

Turap Saluran Penghubung Shelter Puri Diperbaiki

Kamis, 21 September 2023 4608

Pemasangan Bronjong Saluran Phb Agung Raya 8 Rampung Desember

Pemasangan Bronjong Saluran Phb Agung Raya 8 Rampung Desember

Kamis, 09 November 2023 7340

BERITA POPULER
IMG 20260817 WA0044

Dubes Belanda Lihat Kemeriahan Peringatan HUT ke-81 RI di Malaka Jaya

Senin, 17 Agustus 2026 7444

Munjirin Pimpin Panen Sayur sekolah nur

Panen Serentak di Jaktim Hasilkan 2 Ton

Jumat, 14 Agustus 2026 9124

Lomba nasi goreng ciracas nur

Ketua RW dan LMK di Susukan Adu Jago Bikin Nasi Goreng

Rabu, 19 Agustus 2026 809

Pemilik bangunan ubah saluran ist

Pemkot Jaksel Tegur Pemilik Bangunan Langgar Aturan

Jumat, 14 Agustus 2026 2332

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset dan Optimalisasi Anggaran 2026

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset

Jumat, 14 Agustus 2026 2108

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks