Djarot Minta Lurah dan Camat Belajar dari Sutiyoso

Jumat, 24 Juli 2015 Reporter: Folmer Editor: Agustian Anas 5365

Djarot Ajak Jajaran Belajar Dari Dua Mantan Gubernur DKI

(Foto: Yopie Oscar)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta lurah dan camat di lingkungan Pemerintah Kotamadya (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan belajar dari dua mantan Gubernur DKI Jakarta yakni Soerjadi Soedirdja dan Sutiyoso.

Kita ada sekarang ini, karena ada pendahulu kita. Untuk itu, kita harus belajar dari kedua tokoh yang pernah memimpin Ibu Kota yaitu Pak Soerjadi Soedirdja dan Sutiyoso

“Kita ada sekarang ini, karena ada pendahulu kita. Untuk itu, kita harus belajar dari kedua tokoh yang pernah memimpin Ibu Kota yaitu Pak Soerjadi Soedirdja dan Sutiyoso,” kata Djarot, pada acara rapat koordinasi penataan kota dan urbanisasi, di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (24/7).

Ia mengatakan, ada hal yang baik untuk dapat dipelajari dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Soerjadi Soedirdja yakni pelaksanaan kegiatan Silaturahmi Minggu Pagi (SMP). Di dalam kegiatan SMP, lurah dan camat bahkan Walikota dapat bertemu dengan warga serta tokoh masyarakat untuk bersilaturahmi.

“Dari Pak Soerjadi, kita bisa pelajari SMP. Setiap minggu pagi, lurah, camat dan walikota turun untuk bertemu bersama warga dan tokoh masyarakat. Tidak sekadar kerja bakti, tapi langsung silaturahmi dan musyawarah,” ujarnya.

Menurut Djarot, kegiatan SMP bertujuan merangkul dan mendengar berbagai aspirasi serta keluh kesah sehingga Pemkot Jakarta Selatan dapat lebih fokus melayani karena mengetahui isi hati warga.

“Rangkul semua. Kita sudah sepakati. Jakarta itu milik semua. Jakarta itu sudah terlampau banyak beban. Karena itu, jangan bikin beban lagi bagi warganya,” imbau mantan anggota DPR RI ini.

Begitu pula saat bertemu dengan Sutiyoso, Djarot mengaku mendapat nasihat yang sangat baik. Sutiyoso meminta pemimpin DKI Jakarta harus buas, karena Ibu Kota dihuni oleh banyak orang buas. "Artinya, banyak warga Jakarta yang nekat dan melanggar aturan. Mereka punya nyali untuk melakukan itu. Dan kita harus punya nyali lebih besar dan kuat untuk melawan mereka,” tuturnya.

Mantan Walikota Blitar ini mengaku sudah gregetan atas kondisi Jakarta saat ini yang tidak tertata rapi. Untuk itu, Djarot menginstruksikan Walikota Jakarta Selatan, Syamsuddin Noor untuk mengerahkan seluruh jajaran untuk mengubah wajah kota.

“Kalau ada kepala dinas yang menghambat kasudin bekerja, tolong laporkan langsung ke saya. Saya sudah gregetan. Saya bisa ikut-ikutan buas nanti. Jadi tidak ada alasan nggak ada anggaran. Duit kita ada,” tegasnya.

BERITA TERKAIT
Benahi Jakarta, Basuki Siap Hadapi Segala Resiko

Benahi Jakarta, Basuki Siap Hadapi Segala Resiko

Kamis, 23 Juli 2015 4970

wagub sekda bang yos

Sutiyoso: Saya Pesan Gubernur Sama Wagub Lebih Buas

Jumat, 17 Juli 2015 10113

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2930

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1273

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 504

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1285

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1089

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks