30 Lurah dan Camat Ikuti Diklat Informasi Publik

Selasa, 14 Juli 2015 Reporter: Nurito Editor: Agustian Anas 6746

30 Pejabat Ikuti Diklat Informasi Publik

(Foto: Nurito)

Sebanyak 30 camat dan lurah di ibu kota mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan serta Estate Management Angkatan 1, di Islamic Center Gedung PKP, Kelapadua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. Diklat yang digelar dari tanggal 8-14 Juli ini merupakan tindak lanjut kegiatan yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di gedung Balaikota pada 7 Juli lalu.

Kami mengimbau para lurah dan camat agar lebih aktif dan merespon aduan masyarakat, melalui media massa dan aplikasi Qlue

Aunu Rahmat, Widyaiswara (pengajar) Yayasan PKP mengatakan, Diklat tersebut meliputi Diklat pimpinan, teknis fungsional dan Diklat prajabatan. Rencananya, Diklat ini akan digelar dalam 4 angkatan. Untuk angkatan 2,3, dan 4 rencananya digelar pasca Hari Raya Idul Fitri nanti dengan peserta yang berbeda.

"Dalam Diklat ini, banyak materi yang diberikan dengan pembicara berbeda-beda. Di antaranya adalah penjelasan program dan tata tertib, penjelasan pengisian lembar evaluasi, kompetensi aparatur dan sertifikasi. Kemudian  peran camat dan lurah sebagai estate manajer, konsep diri kepamongan, komunikasi publik, dan sebagainya," ujar Aunu Rahmat, Selasa (14/7).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan (Diskominfomas) DKI Jakarta, Ii Karunia, yang juga salah satu pembicara mengatakan, dengan Diklat ini para lurah, camat, dan kepala seksi diharapkan lebih aktif dalam berkomunikasi dengan publik, terutama dalam mengatasi masalah di wilayah masing-masing.

"Dengan smart city ini, para lurah dan camat harus lebih aktif membuat laporan kinerjanya masing-masing. Mengatasi seluruh pengaduan masyarakat melalui program smart city. Mereka juga harus berani berbicara pada publik terkait kinerjanya masing-masing. Hasil kinerja mereka bisa dipublish di website berita resmi Pemprov DKI jakarta, www. beritajakarta.com sehingga masyarakat luas bisa lebih tahu hasil dari tindak lanjut aparat kelurahan dan kecamatan," ujar Ii Karunia.

Dia berharap, usai mengikuti Diklat ini para peserta mendapatkan pencerahan dan bisa lebih aktif lagi dalam merespon pengaduan masyarakat. Sebab dari sekitar 25 ribuan bentuk pengaduan masyarakat, baru sekitar 10-15 persen yang direspon pejabat terkait melalui smart city. Pemicunya banyak faktor, misalnya rasa kepedulian yang masih kurang.

"Kami mengimbau para lurah dan camat agar lebih aktif dan merespon aduan masyarakat, melalui media massa dan aplikasi Qlue. Mereka juga harus berani menyampaikan prestasi dan potensinya untuk dipublikasikan ke masyarakat," imbuh Ii Kurnia.

Usdiyati, Lurah Setu, Cipayung, menyambut positif Diklat ini. Sebab dapat menambah wawasan, rekan kerja dan pengetahuan. Hal-hal yang tidak tahu menjadi tahu dan bisa diterapkan dalam merespon pengaduan masyarakat melalui smart city.

"Di wilayah kami, setiap pengaduan masyarakat sudah direspon dengan baik melalui program smart city. Misalnya soal jalan rusak, lampu PJU padam, banjir, dan sebagainya. Kami langsung berkoordinasi dengan unit terkait," ujarnya.

BERITA TERKAIT
Ahok Apresiasi Kadiskominfomas

Ahok Apresiasi Kadiskominfomas

Senin, 15 Desember 2014 7673

Kadis Kominfomas Tinjau PTSP di Jaksel

Kadis Kominfomas Tinjau PTSP di Jaksel

Selasa, 27 Januari 2015 14401

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 4450

Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7218

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4914

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3607

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2707

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks