Pasca ditemukan dan dirawat sejak Jumat (14/3) lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara, kondisi IS (3,5), korban kekerasan terus mengalami penurunan. Bahkan, bocah malang itu harus dipindahkan ke ruang Paediatric Intensif Care Unit (PICU) unit perawatan intensif untuk anak.
Direktur Utama (Dirut) RSUD Koja, Togi Asman Sinaga mengatakan, sejak Senin (17/3) lalu sekitar pukul 12.00, kondisi IS terus mengalami penurunan, sehingga pihaknya terpaksa memindahkan ke ruang intensif khusus anak. "Demam IS meningkat, namun masih bisa memberikan isyarat dengan tangannya," ujarnya, Selasa (18/3).
Dikatakan Togi, pihaknya juga telah menugaskan sebanyak enam orang dokter untuk menangani kondisi IS, diantaranya, dokter anak, dokter umum, dokter ahli saraf, dokter bedah tulang, dokter urologi, dan dokter radiologi.
Sementara itu, Dewi Iriyani, salah satu dokter yang menangani IS mengatakan, pihaknya tidak langsung memasukkan IS ke ruang khusus anak pada saat pertama kali dirawat karena penuhnya ruangan. Namun, hingga saat ini kondisinya masih terkontrol. "Saat itu, memang sudah tidak ada ruangan kosong," katanya.
Hilman (40), paman korban mengatakan, kondisi IS menurun sejak Minggu (17/3) kemarin. Padahal pada Sabtu (16/3) saat ia datang menjenguk kondisinya masih sadar.
"Sekarang sudah tidak bisa bergerak. Padahal Sabtu lalu dia sempat menyapa kakeknya yang datang mengunjungi," katanya.
Hilman berharap, keponakannya itu dapat segera pulih dan kembali ke tengah-tengah keluarganya serta berharap pelaku kekerasan terhadap IS dapat dihukum berat.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda
Selasa, 28 Juli 2026
9222
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang
Jumat, 31 Juli 2026
3188
14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak
Selasa, 28 Juli 2026
3613
Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman
Jumat, 31 Juli 2026
1476
MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis