Pengukuhan kepala sekolah dan kepala puskesmas kecamatan hasil lelang seleksi terbuka atau lelang jabatan yang dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, Jumat (21/3), ternyata membuat salah seorang pejabat tersebut menitikkan air mata bahagia. Bagaimana tidak, sebelumnya pengukuhan hanya dilakukan oleh kepala dinas masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Salah satu kepala puskesmas kecamatan yang dikukuhkan, Lysbeth Regina Panjaitan (38), menitikan air mata bahagia. Sebab, menurut Lysbeth, selama ini hanya pejabat eselon II saja yang dilantik oleh gubernur. Sementara, untuk pejabat non struktural seperti dirinya hanya dilantik oleh kepala dinas saja.
"Saya bangga dan terharu sekali dilantik sama Pak Jokowi. Tadi di depan, saya sampai menangis bahagia, biasanya hanya pejabat eselon II yang dilantik gubernur," kata Lysbeth, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (21/3).
Sebelum dilantik menjadi kepala puskesmas, Lysbeth menjabat sebagai Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara. Namun, atas dasar keinginannya menangani pasien, ia memberanikan diri bersaing dengan peserta lelang jabatan untuk menjadi kepala puskesmas kecamatan.
Diakui Lysbeth, dirinya baru empat bulan menjabat sebagai Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Sudinkes Jakarta Utara. Saat itu, dirinya diajak Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Bambang Suheri mengikuti lelang jabatan yang digelar oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Lysbeth menilai, dengan adanya proses lelang jabatan, bisa membuat seorang pegawai negeri sipil (PNS) lebih mudah mengembangkan karir. Karena prosesnya dinilai bersih dan transparan. Banyak pihak yang terlibat dalam lelang jabatan, seperti Mabes Polri.
Lysbeth yang juga berprofesi sebagai dokter umum itu terpilih menjadi Kepala Puskesmas Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Di Koja, kata dia, masih banyak permasalahan kesehatan. Misalnya saja, masyarakat yang menderita gizi buruk, perilaku hidup bersih yang rendah, dan angka kematian yang masih tinggi.
Sebagai garda terdepan kesehatan di kecamatan Koja, ia akan berupaya untuk meminimalisir permasalahan-permasalahan tersebut. Lysbeth juga akan mengoptimalkan sosialisasi Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang telah melebur dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Untuk warga yang telah memiliki BPJS, akan dilayani sesuai prosedur yang ada.
Sementara untuk warga yang berhak namun tidak memiliki BPJS, akan diajak untuk ikut mendaftar dan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. "Yang penting manajemen puskesmas juga terus diperbaiki. Misalnya waktu tunggu, pelayanan, dan meningkatkan keterampilan dokter. Pokoknya menjadi puskesmas sesuai harapan BPJS," tandas Lysbeth.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
2810
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
734
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026
Senin, 02 Februari 2026
637
Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital