Komisi C DPRD Kunjungi Pasar Induk Kramat Jati

Rabu, 08 Februari 2023 Reporter: Anita Karyati Editor: Andry 2366

Komisi C DPRD Kunjungi Pasar Induk Kramat Jati

(Foto: Anita Karyati)

Komisi C DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur untuk memastikan pendistribusian pangan murah dan revitalisasi pasar.

Tadi sudah kita sampaikan tidak boleh ada kebocoran

Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Rasyidi mengatakan, Perumda Pasar Jaya kini tengah fokus pada revitalisasi Pasar Induk Kramat Jati.

Pihaknya meminta masalah penanganan limbah pasar menjadi perhatian. Karena bau menyengat yang muncul akibat sampah mengganggu masyarakat, bahkan pengguna jalan di depan pasar tersebut.

"Tadi sudah kita sampaikan tidak boleh ada kebocoran. Harus bersih dan tidak boleh basah. Limbah yang dihasilkan dari aktivitas jual beli di pasar ini enam hingga delapan ton. Maka itu, harus ada perbaikan yang tepat agar limbah tidak tercemar ke masyarakat," katanya, Rabu (8/2).

Rasyidi menjelaskan, kunjungan ini untuk memastikan pendistribusian pangan murah bersubsidi di Jakgrosir Pasar Induk Kramat Jati menjelang Ramadan. Terutama, pasokan minyak dan beras yang kini harganya tengah melonjak.

"Pasar Jaya ini hanya market bukan pasar. Jadi mereka menampung para pemasok seperti minyak dan beras dari Food Station,. Mereka siap ketersedian stok pangan dalam menyambut Ramadhan," jelasnya.

Manajer Hubungan Masyarakat Perumda Pasar Jaya, Agus Lamun menyampaikan, revitalisasi sudah dimulai sejak awal 2023 dan baru memasuki tahap pembangunan fisik. Perbaikan ini dilakukan untuk pedagang dan masyarakat yang berkunjung agar bisa merasakan kenyamanan dan kebersihan.

"Jadi, dari hasil revitalisasi ini pedagang kita makin tambah nyaman. Mereka makin baik dagangnya. Konsumen yang datang juga menjadi betah belanja di Pasar Induk Kramat Jati," tuturnya.

Menurutnya, perbaikan ini bagian dari upaya Pemprov DKI bersama Perumda Pasar Jaya untuk memberikan kenyamanan, kebersihan, serta memastikan pedagang tetap eksis memberikan pelayanan.

"Kami juga memastikan, harga pangan di Pasar Jaya menjelang Ramadan akan tetap stabil. Walaupun ada kenaikan, tidak terlalu tinggi," ujarnya.

Perlu diketahui, lokasi revitalisasi seluas 33.100 meter persegi dibangun bagi 2.188 Tempat Usaha (TU) dan 1.048 pedagang.

Selain itu, dalam kesepakatan bersama pedagang nantinya akan dikenakan biaya sebesar Rp 31 juta per meter persegi dengan status hak pakai selama 20 tahun.

BERITA TERKAIT
Komisi C DPRD A Sambangi Dharma Jaya

Komisi C Tinjau Fasilitas RPH Perumda Dharma Jaya

Rabu, 25 Januari 2023 1890

 Komisi C-PT Jakpro Gelar Rakor Bahas Keuangan dan Realisasi Dividen 2022

Komisi C-PT Jakpro Gelar Rakor Bahas Keuangan dan Dividen

Kamis, 19 Januari 2023 2449

2.188 TU di Pasar Induk Kramat Jati Akan Direvitalisasi

2.188 TU di Pasar Induk Kramat Jati Direvitalisasi

Jumat, 02 Desember 2022 4055

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3208

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 736

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 641

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1405

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1018

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks