AKBP Pamudji Tewas Ditembak, Polisi Periksa 4 Saksi
Rabu, 19 Maret 2014
Reporter: Nurito
Editor:
2997
(Foto: doc)
Penyidik Polda Metro Jaya masih terus mendalami kasus penembakan yang menewaskan AKBP Pamudji, Kepala Pelayanan Masyarakat Detasemen Markas (Denma) Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Riwanto mengatakan, saat ini sudah empat orang dimintai keterangan sebagai saksi. Mereka diduga melihat langsung peristiwa yang terjadi di ruang pelayanan masyarakat, Selasa (18/3) malam.
Menurutnya, sekitar pukul 21.30, korban datang ke ruang piket Yanma dan menegur Brigadir Santoso yang saat itu tak mengenakan seragam lengkap pada saat piket. Kemudian korban mengambil senjata milik Brigadir Santoso dan memerintahkan yang bersangkutan untuk mencari teman piket lainnya. Saksi yang ada pada saat itu adalah Aiptu DM yang kemudian pamit kepada korban untuk izin pulang.
Namun baru sekitar 30 meter saksi Aiptu DM berjalan, terdengar dua kali letusan dari arah piket Yanma. Kemudian Aiptu DM melaporkan ke piket provost dan bersama-sama mendatangi TKP. Namun saat itu saksi melihat Brigadir Santoso berlari keluar dari TKP sambil mengatakan korban telah bunuh diri.
"Saksi melihat korban tergeletak dan pistol berada di sisi kanannya. Namun petugas Propam mengamankan Brigadir Santoso dan saat ini yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan," ujar Kombes Rikwanto, saat melayat di rumah korban, Rabu (19/3).
Selain memeriksa saksi Brigadir Santoso, penyidik juga melakukan olah TKP. Kemudian melakukan tes darah dan urine terhadap empat saksi. Masing-masing Brigadir Santoso, Brigadir P, Brigadir MC, Aiptu DM. Rencana berikutnya penyidik akan melakukan tes lie detector terhadap para saksi tersebut. Guna mengetahui lebih dalam penyebab kematian korban.
Rikwanto menambahkan, saat ini ada dua versi atas kematian korban, yakni karena bunuh diri dan atau penembakan. Untuk kepastiannya tentu menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan petugas.
Jika ada unsur penembakan tentu akan ada tersangka yang dikenai Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Bagi pelaku tentu akan diproses hukum sebagaimana warga sipil biasa. Sayangnya di lokasi kejadian tak ada CCTV untuk membantu proses penyelidikan petugas. Saat ini senjata revolver kaliber 38 milik Brigadir Santoso dan tiga butir peluru.
Sementara itu, ratusan warga memadati rumah almarhum di Jl Kamboja No 37 RT 07/02 Ciijantung, Pasarrebo, Jakarta Timur, Rabu (19/3). Sebagian besar pelayat ini merupakan anggota kepolisian yang ingin menghadiri takziah.
Puluhan karangan bunga pun menghiasi halaman depan rumah mantan Kasat Lantas Kota Tangerang itu. Jasad korban dimakamkan di TPU Cijantung hari ini juga. Sebelumnya, jasad korban sempat divisum di RS Polri Kramatjati.
Samin (50), salah seorang tetangganya, menuturkan, korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan pekerja keras. Walau jarang bergaul namun orangnya ramah dan kerap tegur sapa dengan tetangga. Semasa hidupnya, korban rajin bekerja, berangkat dari rumah pukul 05.00 dan pulang pukul 21.00. Setiap hari ia mengendarai mobil sendiri, tanpa sopir dan ajudan.
"Meski jarang keluar rumah berkumpul dengan warga namun sosoknya ramah. Semua warga hormat pada almarhum karena merupakan sosok yang baik dan peduli terhadap lingkungan," ujar Samin.
AKBP Pamudji, yang memiliki NRP 59100556 meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Masing-masing Alfian Prasetio (28) dan Kamila Maharani (18). Sedangkan istrinya, AKBP Nurul Megawati saat ini bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
AKBP Pamudji tewas setelah ditembak bagian kepalanya oleh anak buahnya sendiri, Brigadir Santoso di ruang Pelayanan Masyarakat Polda Metro pada Selasa (18/3) malam. Sejauh ini belum diketahui motif penembakan tersebut. Brigadir Santoso, yang diduga sebagai pelaku penembakan masih menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Propam Polda Metro Jaya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
4082
Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan
Selasa, 03 Februari 2026
593
Pemprov DKI Gelar Tiga Sorti Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ini
Selasa, 03 Februari 2026
437
Pramono Pastikan Virus Nipah Belum Ditemukan di Jakarta