Operasional Bus Sekolah Dihentikan Sementara

Senin, 17 Maret 2014 Reporter: Nurito Editor: Lopi Kasim 5176

pemberentian_bus_-sekolah.jpg

(Foto: doc)

Pasca penolakan puluhan sopir KWK T14, beberapa hari lalu, operasional bus sekolah tidak jadi dioperasikan di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Pihak UPT Bus Sekolah, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, terlebih dulu akan melakukan evaluasi terhadap trayek tersebut. Nantinya, akan dipilih kembali rute yang tidak bersinggungan banyak dengan angkutan kota (angkutan kota).

Kasie Pelayanan UP Angkutan Sekolah, UPT Bus Sekolah, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Marihot Marulitua Sirait mengatakan, sebenarnya sebelum dilakukan uji coba, pihaknya sudah mengevaluasi langsung trayek yang akan diberlakukan. Bahkan, ia sudah memprediksi akan ada penolakan dari para sopir KWK. Namun, karena master plan pengoperasian bus sekolah harus dijalankan maka uji coba dilaksanakan. Trayek bus sekolah itu melintasi dari Lubang Buaya- Cilangkap - Cipayung- Ciracas hingga Kalisari.

"Di sinilah perlunya survei untuk melihat kondisi lapangan sebelum trayek itu ditetapkan. Ternyata ada penolakan dari sopir KWK, jadi uji coba itu kita hentikan. Ke depan akan dicarikan rute yang tak banyak bersinggungan dengan angkot," ujar Marihot, Senin (17/3).

Menurut Marihot, master plan pengembangan trayek bus sekolah dibuat oleh pihak konsultan. Pihaknya harus melakukan validasi sebelum trayek diresmikan. Sebab, secara umum pihak konsultan tidak memikirkan apakah trayek baru itu bersinggungan dengan angkot atau tidak.

"Rencananya akan dialihkan ke rute lain. Yang paling berpeluang adalah di wilayah Kalisari. Karena kawasan ini banyak anak sekolah dan trayek tak banyak bersinggungan," kata Marihot.

Pencarian trayek baru ini untuk bus baru yang sudah dianggarkan pada 2014 ini. Tercatat, ada 69 bus baru yang dianggarkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta senilai Rp 41 miliar. Saat ini pengadaannya masih menunggu proses lelang. Sedangkan jumlah bus sekolah yang ada saat ini sebanyak 104 armada.

Di master plan yang ada, untuk rute besar cenderung tak ada penolakan. Sebab banyak penumpang umum yang ada di jalur tersebut. Seperti untuk trayek Kampung Melayu - Lapangan Banteng, sejauh ini berjalan lancar. Kemudian trayek TMII - Jl Raya Bogor - Gandaria, penumpangnya paling banyak dibanding trayek lain. Setiap hari di jalur ini sebanyak 1.300-1.800 pelajar yang diangkut oleh 5 bus sekolah. Padahal, trayek lain tak mencapai sebanyak itu. Misalnya Lapangan Banteng - Perintis Kemerdekaan, hanya mengangkut 950 penumpang.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9300

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3247

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3681

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1960

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1534

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks